Site iconSite icon Editorial9.com

Pemprov Sulbar dan Pemkab Pasangkayu Sinergi Percepat Kawasan Industri Tikke Raya

Suasana rapat pembahasan nota kesepakatan kerja sama percepatan pembangunan Kawasan Industri Pasangkayu yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (7/8/2025).

SULBAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong percepatan pembangunan kawasan industri sebagai bagian dari strategi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembahasan nota kesepakatan kerja sama daerah antara Pemprov Sulbar dan Pemkab Pasangkayu terkait percepatan pembangunan Kawasan Industri Pasangkayu di Kecamatan Tikke Raya.

Rapat pembahasan berlangsung pada Kamis, 7 Agustus 2025, pukul 13.00 WITA di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Rapat dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulbar, Rachmad, dan dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang terlibat dalam rencana kerja sama pembangunan kawasan industri tersebut.

Mewakili Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sulbar, Kepala Bidang Pendapatan Daerah, Nuruddin Rahman, memberikan masukan dari perspektif fiskal dan potensi pendapatan daerah dalam mendukung sinergi pembangunan kawasan industri ini.

Rencana kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan kawasan Tikke Raya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah utara Sulawesi Barat. Kawasan ini diharapkan dapat mendukung kebijakan hilirisasi sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan yang menjadi kekuatan utama Kabupaten Pasangkayu.

Sementara itu, Kepala BPKPD Sulbar, Mohammad Ali Chandra, menyatakan bahwa BPKPD akan memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan kawasan industri melalui penguatan aspek fiskal dan perencanaan pendapatan daerah yang berkelanjutan.

“BPKPD berkomitmen untuk memastikan percepatan kawasan industri ini juga berdampak pada perluasan basis pendapatan daerah. Sinergi antara provinsi dan kabupaten menjadi kunci untuk memperkuat landasan fiskal dalam mendukung transformasi ekonomi,” ungkap Chandra.

Chandra menambahkan bahwa agenda ini sejalan dengan Panca Daya, arah kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka – Salim S Mengga, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui kerja sama yang terstruktur dan terukur, kawasan industri Pasangkayu diharapkan dapat menjadi motor penggerak akselerasi pembangunan Sulawesi Barat, sekaligus membuka peluang investasi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.(*)

Exit mobile version