Site iconSite icon Editorial9.com

Pemuda Tapango Akan Bawa Pemilik Akun Maman Suratman ke Jalur Hukum

Dedi Irawan (kiri) dan Anca Sanjaya (kanan)

Polewali – editorial9 – Cuitan status yang dituliskan oleh pemilik akun Media Sosial (Medsos) Facebook, Maman Suratman, menuai kecaman keras dari kalangan tokoh pemuda Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar.

Sebagaimana diketahui, pemilik akun FB  Maman Suratman, beberapa waktu lalu, telah mengunggah foto portal media online yang memberitakan Gubernur Sulbar, Alibaal Masdar, tengah meninjau kondisi jalan di Kecamatan Ulumanda, dengan caption “Marasai gayana i puang, maraqdiana to canggo,”

Ciutan Maman Suratman di Akun Facebooknya.

Menanggapi hal tersebut, tokoh pemuda Tapango, Dedi Irawan, mengaku sangat menyesalkan dan tidak menerima postingan Maman Suratman di FBnya, pada Tanggal 24 Juni 2020, lalu itu.

“Ini sudah mencederai dan sangat menyakiti hati bagi kami sebagai warga Tapango, yang disebut to cangngo (Bodoh), jika menganggap ABM sebagai mara’dia,” ucap Dedi, kepada editorial9.com, Kamis, 25/06/20.

Ketua angkatan muda Palili Sulawesi Barat itu juga mengungkapkan, bahwa ABM jadi mara’dia di Tapango, bukan pada saat menjabat Gubernur, tapi jauh sebelumnya bahkan sebelum jadi Bupati Polman.

“Kata – kata maman Suratman di FB, akan kami bawa ke ranah hukum dan juga akan dituntut secara adat, sebagaimana hukum adat yang berlaku, di daerah kami Tapango,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah menyinggung persoalan suku, maupun adat istiadat orang atau masyarakat lain.

“Kami tidak pernah mengusik suku, adat orang lain, tapi jika kami diusik maka yang mengusik harus berani mempertanggungjawabkan. Sanksinya Mellekka Bimbo kasalahanna, keu’dai nabaja, nasollo kalakka’na, titattang taijahunna,” tegasnya.

Sementara itu, di waktu yang sama, salah satu tokoh pemuda lainnya, Anca Sanjaya Bohari, mengaku akan membawa masalah cuitan pemilik akun Maman Suratman tersebut, ke ranah hukum.

“Yang jelas saya merasa keberatan dan saya akan menuntut itu anak, saya akan tuntut sampai ke jalur hukum, kalau dia tidak minta maaf, karena dia membawa namanya masyarakat Tapango, saya akan tuntut, kalau dia tidak minta maaf dan ketemu langsung pak Gubernur, maraqdia to Tapango,” beber Anca.

Lebih lanjut kata Anca, bahwa alasan utama sehingga pihaknya menilai cuitan tersebut , menyinggung masyarakat Tapango, karena dalam tulisan Maman Suratman itu, menuliskan kata Maraqdiana.

“Itu kan ada bahasanya disitu itu anak masalah maraqdiana, seandainya dia bilang maraqdia, berarti kan tujuannya ke ABM.Dan kedua disitu statementnya maraqdiana to cangngo, berarti dia singgung masyarakat Tapango. Jadi, pemuda Tapango itu sangat keberatan karena dia menyebut maraqdianya to Tapango, kita ini pemuda Tapango sangat kecewa kenapa ada statement kayak begitu,” tutupnya.(FM)

(Hingga berita ini diturunkan, media  editorial9.com masih berupaya mengkonfirmasi pemilik akun Maman Suratman)

Exit mobile version