POLMAN – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat kinerja layanan kesehatan dasar di tingkat puskesmas. Melalui Lokakarya Mini (Lokmin) Bulanan, Dinkes Sulbar melakukan penguatan indikator Puskesmas Pembina Desa Lokus PASTI PADU di Puskesmas Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (28/11/2025).
Lokmin berlangsung di Aula Puskesmas Campalagian dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan SDK Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Darmawiyah, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, serta Kepala Puskesmas Campalagian Yusnani bersama seluruh tim tenaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi capaian bulan sebelumnya sekaligus memperkuat indikator kinerja menuju terwujudnya layanan kesehatan yang berkualitas.
“Kami ingin memastikan bahwa indikator kesehatan prioritas benar-benar bergerak ke arah positif, bukan sekadar angka di laporan. Lokmin ini menjadi forum evaluasi dan penguatan strategi di lapangan,” ujar dr. Darmawiyah.
Dalam sesi pembahasan, tim melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah indikator: penimbangan balita (D/S), penurunan stunting, cakupan imunisasi dasar lengkap, layanan kesehatan ibu hamil, penemuan kasus TB, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga cakupan jaminan kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya tren peningkatan, terutama pada integrasi layanan lintas program di tingkat desa.
Kepala Puskesmas Campalagian Yusnani menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh tenaga kesehatan dan dukungan desa lokus.
“Kami terus memfokuskan tenaga dan sumber daya pada program prioritas, termasuk penanganan stunting dan imunisasi. Pendekatan desa lokus memberi dampak langsung pada peningkatan capaian,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim memberikan apresiasi terhadap kinerja Puskesmas Campalagian.
“Kami melihat respons dan progres Puskesmas Campalagian sangat baik. Indikator-indikator utama menunjukkan peningkatan signifikan, mulai dari D/S, stunting, imunisasi, pelayanan ibu hamil, hingga capaian Jaminan Kesehatan Nasional. Ini bukti nyata komitmen Puskesmas Campalagian dalam mendukung agenda PASTI PADU dan Quick Wins Sulbar Sehat,” ucapnya.
Ia menambahkan, penguatan indikator di tingkat layanan dasar menjadi bagian penting dari strategi pembangunan kesehatan Sulawesi Barat.
“Upaya ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang digagas Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga. Penguatan SDM kesehatan menjadi fondasi dalam menghadirkan pelayanan yang lebih berkarakter dan berkelanjutan,” kata dr. Nursyamsi.
Dinkes Sulbar menegaskan bahwa langkah penguatan indikator akan terus dilakukan secara konsisten di desa-desa lokus program prioritas. Harapannya, peningkatan performa puskesmas dapat mempercepat capaian pembangunan kesehatan serta menghadirkan layanan yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat Sulawesi Barat. (Rls)
