Site iconSite icon Editorial9.com

Pertumbuhan Ekonomi Sulbar Tembus 5,83%, SDK: Baru Kali Ini Lampaui Nasional

Gubernur Sulbar Suhardi Duka saat memberikan sambutan usai melantik Sekda Junda Maulana. (Dok Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), memberikan respons atas capaian positif pertumbuhan ekonomi daerahnya yang kini menembus angka 5,83 persen. Capaian ini menjadikan Sulbar masuk lima besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, melampaui rata-rata nasional.

Hal itu disampaikan SDK usai melantik dan mengambil sumpah Junda Maulana sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar, di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Senin (10/11/2025).

“Alhamdulillah, dalam 10 tahun terakhir baru kali ini pertumbuhan ekonomi Sulbar berada di atas rata-rata nasional,” ujar SDK dalam sambutannya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Sulbar mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,83 persen pada triwulan III 2025, menempati posisi kelima secara nasional. Posisi pertama ditempati Maluku Utara (39,10 persen), disusul Sulawesi Tengah (7,79 persen), Kepulauan Riau (7,48 persen), Bali (5,88 persen), dan Sulbar di peringkat kelima.

SDK menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya angka statistik, tetapi hasil kerja nyata masyarakat melalui sektor produktif lokal seperti pertanian, perkebunan, dan UMKM.

“Yang paling penting, pertumbuhan ekonomi ini dinikmati oleh masyarakat kita sendiri. Tidak seperti di beberapa daerah lain yang tumbuh tinggi tapi malah alami deflasi. Di Sulbar, pertumbuhan ekonomi sejalan dengan inflasi yang terkendali,” jelasnya.

Mantan Bupati Mamuju dua periode itu menambahkan, pihaknya bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berpihak pada masyarakat kecil.

“Kita ingin memastikan setiap program pembangunan betul-betul menyentuh masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan,” tegas SDK.

Ia pun mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjaga momentum positif ini melalui sinergi kebijakan antara provinsi dan kabupaten.

“Saya kira capaian ini harus kita pertahankan. Kita sinkronkan program-program di provinsi dengan kabupaten agar pertumbuhan ekonomi ini terus berkelanjutan,” pungkasnya.(*)

Exit mobile version