Mamuju – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), dr. Nursyamsi Rahim, menyatakan bahwa penguatan indikator kesehatan daerah merupakan langkah awal untuk menciptakan perubahan nyata dalam pembangunan sektor kesehatan.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Pembahasan Indikator Kesehatan Daerah di Mamuju, Rabu (30/7/2025). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari evaluasi program dan penguatan agenda prioritas di sektor kesehatan.
“Kinerja program bukan sekadar laporan administratif. Ini tentang dampak. Apakah kebijakan kita menyentuh langsung kebutuhan masyarakat atau tidak,” ujar Nursyamsi dalam sambutannya.
Menurut dia, sebagai Plt. Kadinkes, ia berkewajiban memastikan setiap langkah program selaras dengan visi pembangunan yang digagas Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam kerangka Panca Daya, khususnya pada aspek Daya Sehat.
Dinas Kesehatan Sulbar saat ini mengusung sejumlah program prioritas, seperti Sulbar Sehat, fokus pada kesehatan ibu dan anak untuk menurunkan stunting, Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Capaian 100% Universal Health Coverage (UHC).
“Fungsi indikator ini sangat penting. Ia menjadi alat navigasi untuk memastikan semua program berjalan terukur, tepat sasaran, dan bisa ditingkatkan,” jelas Nursyamsi.
Ia juga menekankan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada tata kelola yang lebih responsif dan berorientasi pada hasil. Ia berharap, indikator yang dibahas dalam rapat dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan kesehatan yang berdampak jangka panjang.(*)
