Mamuju – editorial9 – Polda Sulbar memperketat wilayah perbatasan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk respon atas mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Kapolda, Irjen Pol Verdianto Bitticaca, mengatakan pihaknya telah mendirikan 4 pos penyekatan di jalur perbatasan masuk Provinsi Sulbar.
“Yakni, perbatasan Polman-Pinrang, Mamasa-Toraja, Pasangkayu-Palu hingga Pelabuhan Mamuju,” ucap Irjen Pol Verdianto Bitticaca, saat gelaran Rakor kewaspadaan PMK bersama Forkopimda, di Hotel D’Maleo, Mamuju, Sabtu,16/07/22.
Selain itu ia mengungkapkan, bahwa PMK yang menyerang ternak di Indonesia, muncul ditengah wabah pandemi Covid19, pertama kali ditemukan di 2 Kabupaten yakni Gresik dan Aceh Tamiang.
“Hingga saat ini, PMK telah mewabah di 22 Provinsi, dimana Bali sebagai tuan rumah KTT G20 menjadi Provinsi ke-21 dan Sulawesi Selatan, sebagai Provinsi yang ke-22 terjangkit wabah PMK,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa pihaknya siap mendukung penuh pemerintahan, untuk mepertahankan Sulbar tetap dalam zona hijau PMK, dengan menggerakkan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan di desa-desa.
“Setelah adanya instruksi Kapolri dan arahan dari Menko Marves, Polda Sulbar bergerak cepat dengan membangun pos penyekatan di perbatasan provinsi, untuk mempertahankan Sulbar tetap berada di zona hijau,” tutupnya.(Mp)
