MAMUJU – Kepolisian Daerah Sulawesi Barat mengerahkan sebanyak 1.098 personel gabungan untuk pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Marano 2026.
Apel gelar pasukan operasi tersebut dipimpin langsung Kapolda Sulbar, Adi Deriyan Jayamarta, di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Mamuju, Kamis (12/3/2026).
Dalam apel tersebut, sebanyak 1.098 personel disiagakan yang terdiri dari 471 personel Polri dan 627 personel dari berbagai instansi terkait, di antaranya TNI, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan BPBD.
Adi mengatakan, apel gelar pasukan dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam mendukung pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
“Apel ini bukan hanya untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana, tetapi juga sebagai bentuk komitmen bersama seluruh elemen untuk menyukseskan Operasi Ketupat 2026,” kata Adi dalam amanatnya.
Operasi Ketupat Marano 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini difokuskan pada pengamanan arus mudik dan arus balik yang diperkirakan meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Berdasarkan pemetaan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada dua gelombang, yakni 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama periode mudik, pemerintah juga menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur berbagai rekayasa lalu lintas, seperti sistem one way, contra flow, hingga ganjil-genap. Selain itu, operasional angkutan barang juga akan dibatasi dan sejumlah proyek konstruksi di jalur utama ditunda sementara.
Selain pengamanan lalu lintas, aparat juga menyiapkan berbagai layanan bagi masyarakat, seperti Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), dan Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan bantuan bagi pemudik.
Pengamanan juga diperkuat melalui patroli di titik rawan, pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik, serta layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian.
Polda Sulbar juga mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama periode mudik. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, kondisi cuaca berawan hingga hujan lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.
Untuk itu, tim tanggap bencana dari berbagai instansi disiagakan sejak tahap pra-bencana, saat terjadi bencana, hingga pascabencana guna meminimalkan dampak yang mungkin timbul.
Di akhir amanatnya, Adi mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi demi kelancaran pengamanan Lebaran.
“Keberhasilan Operasi Ketupat ini tidak bisa diraih sendiri. Ini merupakan tanggung jawab bersama agar masyarakat dapat mudik dan merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujarnya.(*)
