MAMUJU – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju memperketat pengawasan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (1/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan serta praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di tengah isu kenaikan harga.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengatakan patroli intensif ini bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
“Pengawasan ini untuk memastikan distribusi BBM tepat sasaran, mencegah kelangkaan, serta menghindari antrean panjang yang dapat mengganggu ketertiban umum,” ujar Herman.
Ia menjelaskan, patroli dilakukan secara rutin terutama pada jam-jam rawan di malam hari. Untuk wilayah perkotaan, Polresta Mamuju mengerahkan personel Tim Patmor setiap hari guna melakukan pengawasan langsung di sejumlah SPBU.
“Setiap malam, sebanyak 8 personel turun langsung melakukan patroli pengawasan ketat ke SPBU di dalam kota,” jelasnya.
Selain memantau stok BBM, petugas juga memberikan imbauan kepada pengelola SPBU agar tidak melayani pembelian menggunakan jerigen maupun kendaraan yang telah dimodifikasi tangkinya.
Pengawasan tak hanya difokuskan di pusat kota. Jajaran Polsek di wilayah hukum Polresta Mamuju juga diperintahkan melakukan langkah serupa guna menutup celah praktik kecurangan.
“Perintah ini berlaku menyeluruh. Seluruh Polsek jajaran juga melakukan pengawasan di wilayah masing-masing,” tegas Herman.
Polisi juga menegaskan akan mengambil tindakan hukum tegas terhadap oknum yang terbukti melakukan penimbunan BBM.
Menanggapi isu kenaikan harga BBM yang beredar di masyarakat, Herman mengimbau warga agar tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak panic buying. Jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait penimbunan BBM, segera laporkan. Kami pastikan stok masih aman dan situasi tetap kondusif,” pungkasnya.(*)
