MAMUJU – Upaya pencegahan balap liar dan gangguan keamanan malam hari terus diperkuat Polresta Mamuju dengan mengintensifkan patroli di sejumlah titik rawan Kota Mamuju. Sebanyak 60 personel dikerahkan untuk berjaga dan berpatroli sejak malam hingga dini hari guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Patroli intensif tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/140/II/PAM.3.3./2026/Bag Ops. Personel disebar di jalan protokol, kawasan pusat kota, serta lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar dan aktivitas yang meresahkan masyarakat.
Kapolresta Mamuju Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, pola pengamanan dilakukan melalui patroli mobile yang dikombinasikan dengan penjagaan stasioner di titik-titik strategis.
“Personel kami tempatkan di titik-titik strategis. Selain patroli mobile, juga dilakukan penjagaan stasioner agar tidak ada ruang bagi pelaku balap liar maupun tindak kriminal lainnya,” ujar Ferdyan.
Ia menjelaskan, patroli digelar secara bergantian mulai pukul 22.00 WITA hingga 06.00 WITA. Rentang waktu tersebut dinilai rawan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan balap liar, perkelahian kelompok, serta pelanggaran hukum lainnya.
“Sebanyak 60 personel kami kerahkan untuk berjaga dan berpatroli secara bergantian. Ini langkah pencegahan agar potensi gangguan keamanan dapat ditekan sejak dini,” tambahnya.
Selain menyasar balap liar, patroli malam juga menargetkan berbagai potensi gangguan kamtibmas, seperti aksi premanisme, konsumsi minuman keras di tempat umum, hingga tindak kriminal jalanan yang dapat mengganggu ketenangan warga.
Polresta Mamuju turut mengimbau masyarakat, khususnya kalangan remaja, agar tidak terlibat balap liar karena membahayakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.
“Balap liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan nyawa. Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Ferdyan.
Kegiatan patroli ini ditegaskan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh fungsi kepolisian serta dukungan masyarakat, sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Mamuju, terutama pada malam hingga dini hari.(*)
