Site iconSite icon Editorial9.com

PP GP Ansor Minta IT dan Triologi Agama Diperkuat

Sambutan Wasekjen PP. GP Ansor, Amran.HB, di forum pelantikan pengurus PC GP Ansor Polman, Sabtu,12/03/22.(Dok : Mp)

Polman – editorial9 – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP. GP Ansor) meminta kepada seluruh kadernya agar membekali diri dengan Ilmu Tehknologi (IT) dan triologi agama yakni syariat, tarekat serta makrifat.

Hal itu disampaikan oleh Wasekjen PP GP Ansor, Amran.HB, saat menghadiri acara pelantikan pengurus PC GP Ansor Polman, yang dirangkaikan dengan DTD ke-9, di Auditorium Kampus Unasman, Polewali, Sabtu, 12/03/22.

Menurutnya, menjelang Pemilu tahun 2024 mendatang bangsa Indonesia akan diperhadapkan dengan berbagai tantangan besar, karena sumberdaya alamnya, yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan negara-negara barat dan timur.

“Kalau kita tidak membekali diri dengan IT dan triologi agama, maka kita akan gampang tergerus, maka wilayah Ansor masuk ke wilayah syariat, tarikat dan makrifat,” ucap Amran HB.

Selain itu ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini yang tengah dihadapi adalah informasi hoax dan bermunculannya kelompok anak muda yang “mabuk agama” sehingga berujung pada timbulnya gerakan radikalisme agama.

“Tantangan GP Ansor hari ini, tantangan PMII hari ini dan tantangan HMI hari ini disitu. (hoax dan gerakan radikalisme agama). Jika kita latah akan hal itu, maka suatu ketika kita akan terkoyak-koyak dan berhadap-hadapan dengan sesama,” ungkapnya.

Salah satu bukti nyata hoax telah membawa pengaruh buruk, adalah timbulnya polemik Surat Edaran (SE) tentang pengaturan suara adzan di masjid dan mushollah, yang dikeluarkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) beberapa waktu lalu.

“Persoalan suara adzan itu, sejak tahun 1978 telah dipersoalkan, puncaknya ketika Jusuf Kalla menjabat sebagai Wapres, yang saat itu tengah melakukan pertemuan dengan 75 negara dan yang protes pada saat itu adalah Arab Saudi,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, Menag RI, dalam hal ini Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), pada saat berbicara di media beberapa waktu lalu, tidak pernah memperbandingkan suara adzan dengan gonggongan anjing.

“Tapi anehnya, banyak masyarakat yang ikut terprovokasi informasi dari media sosial,” pungkas mantan Anggota DPRD Provinsi Sulbar itu.

Melihat munculnya fenomena tersebut, ia meminta kepada seluruh pimpinan GP Ansor baik ditingkat wilayah maupun cabang, untuk membentuk struktur yang menangani tentang media cyber.

“Itu tantangan, termasuk PMII, HMI harus melakukan itu,” tutupnya.(Mp)

Exit mobile version