Site iconSite icon Editorial9.com

Pria di Wonomulyo Babak Belur  Dianiaya Satu Keluarga

Personel kepolisian mendatangi korban yang tengah menjalani perawatan medis di RSUD Wonomulyo.(Dok Humas Polsek Wonomulyo)

POLMAN — Seorang pria di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), harus mendapat perawatan medis setelah babak belur dianiaya satu keluarga dalam insiden yang terjadi Rabu (19/11/2025) dini hari.

Peristiwa kekerasan ini dipicu kedatangan korban yang diduga dalam kondisi mabuk dan menantang pemilik rumah.

Insiden bermula sekitar pukul 00.30 Wita di Lingkungan II Ujung Baru, Kelurahan Sidodadi. Korban bersama rekannya, Adi, mendatangi rumah milik Sudibjo alias Bio (44). Mereka mengetuk pintu sambil menantang pemilik rumah keluar.

Kapolsek Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna mengatakan korban sebelumnya juga sempat berulah pada siang hari.

“Keterangan Sudibjo, korban sempat datang siang sambil berteriak dan mengucapkan kata-kata kasar. Saat itu pelaku memilih tidak menanggapi,” ungkap Sandy, Rabu, melalui pres rilis Humas Polsek Wonomulyo.

Namun situasi berubah ketika korban kembali di malam hari. Tantangan dilontarkan lagi, memancing emosi Sudibjo. Ia keluar rumah bersama menantunya, Nabil (19), dan anaknya, Asipan (15). Ketiganya diduga langsung melakukan penganiayaan.

“Mereka diduga memukul korban menggunakan balok kayu. Warga yang melihat kejadian itu segera melerai dan membawa korban ke RSUD Wonomulyo,” jelas Sandy.

Korban mengalami luka terbuka di bagian kepala serta beberapa luka gores pada tubuhnya.

Tak lama setelah kejadian, sekitar pukul 01.00 Wita, ketiga pelaku mendatangi Mapolsek Wonomulyo untuk menyerahkan diri. Polisi juga mengamankan tiga balok kayu yang diduga dipakai sebagai alat penganiayaan.

Menurut penyidik, korban datang dengan kondisi terpengaruh alkohol dan membawa persoalan lama.
“Ada dugaan korban datang sambil membawa dendam terkait kasus penganiayaan yang melibatkan saudaranya,” tambah Sandy.

Kasus ini kini telah dilimpahkan ke Polres Polman untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengusut motif dan memastikan kronologi lengkap insiden tersebut.(*)

Exit mobile version