Site iconSite icon Editorial9.com

Puskesmas Bambu Diresmikan, Layanan Kesehatan Diharap Kian Maksimal

Bupati Mamuju, meninjau langsung ruangan Puskesmas Bambu.

Mamuju – editorial9 – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, meresmikan bangunan Puskesmas di Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, Rabu, 01/02/23.

Diketahui, bencana gempa bumi 15 Januari 2021 lalu, mengakibatkan bangunan Puskesmas itu rusak berat, sehingga layanan kesehatan dipindahkan ke tenda darurat.

Dengan adanya bangunan baru tersebut, salah seorang warga setempat Armin, mengaku bersyukur, lantaran tak perlu lagi berpanas-panas dalam tenda, saat berobat.

“Semoga, dengan adanya bangunan baru ini, proses berobat bisa lebih nyaman dan lancar, ucap Armin.

Sementara itu, Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, menyampaikan selamat atas peresmian bangunan baru Puskesmas yang akan melayani warga Desa Bambu, Karampuang,Tadui dan Batupannu itu.

“Dan harapan, agar pelayanan kesehatan yang diberikan di Puskesmas Bambu, bisa sama bagusnya dengan bangunan yang akan digunakan,” ujar Sutinah.

Ia juga menyampaikan penghargaan terhadap hasil survey indeks kepuasan masyarakat, terhadap layanan kesehatan di Kabupaten Mamuju yang menduduki peringkat pertama, dari berbagai perangkat daerah.

“Selama kepemimpinan saya, sudah sangat sedikit masyarakat yang mengeluh soal layanan kesehatan di Puskesmas – puskesmas,” ungkapnya.

Ini juga dibuktikan dengan survey yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mamuju, yang menunjukkan kepuasan tertinggi masyarakat, memang di sektor layanan kesehatan,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Bambu, Nuning Kurniati, mengungkapkan rasa haru ketika dikonfirmasi perihal peresmian ini. Pasalnya, layanan kesehatan kurang lebih dua tahun, berada di luar gedung.

“Termasuk layanan UGD dan persalinan, juga kami lakukan dalam tenda. Banyak suka-duka yang kami rasakan selama itu,” bebernya.

Lebih lanjut ia menuturkan, semua peralatan baru dipindahkan. Dengan adanya bantuan bangunan baru ini, pihaknya merasa sangat bersyukur dan terbantu.

“Puskesmas Bambu sendiri, diawaki oleh 85 orang tenaga kesehatan, yang terdiri dari 25 orang ASN dan selebihnya adalah tenaga non ASN,” tutupnya.(*)

Exit mobile version