Mamuju – editorial9 – Sebanyak 74 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru di lingkup Pemkab Mamuju, secara resmi menerima SK.
Serah terima SK tersebut, dihadiri langsung Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, Kepala BKPP Kabupaten Mamuju, Asisten 1 dan Sekretaris Daerah (Sekda), di Aula Kantor Bupati, Kamis, 06/04/23.
Dalam kesempatan itu, Sutinah mengungkapkan bahwa PNS yang baru saja menerima SK rata-rata masih berusia muda dan lebih melek teknologi,
“Sehingga, punya potensi besar untuk bisa berkontribusi lebih kepada instansi,” ucap Sutinah.
Selain itu ia menambahkan, para ASn yang resmi menerima SK tersebut diharapkan memiliki sense of belonging atau rasa memiliki terhadap Kabupaten Mamuju.
“Dengan diterimanya SK bapak ibu hari ini, berarti bapak ibu sudah menjadi bagian resmi dari pemerintah Kabupaten Mamuju,” tambahnya.
Dalam SK tersebut, kata Sutinah, terkandung tanggungjawab besar, meskipun para ASN baru itu, berasal dari berbagai daerah.
“Dengan memilih mendaftar sebagai PNS di Kabupaten Mamuju, berarti bapak ibu sudah berkomitmen mengabdikan diri di sini,” ujarnya.
“Saya berharap ada rasa memiliki yang kuat terhadap Bumi Manakarra, sehingga bapak ibu akan selalu memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Mamuju. Ayo, kita sayangi Mamuju.” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Noor Aulia Rahman, dalam laporannya secara detail merinci formasi ASN penerima SK tersebut.
“Yakni, dokter umum sebanyak 9 orang, dokter gigi sebanyak 2 orang, apoteker 4 orang, bidan 2 orang, perawat 5 orang, jabatan fungsional kesehatan 28 orang serta tenaga teknis sebanyak 24 orang,” beber Noor Aulia.
Di tempat yang sama, salah seorang ASN Akbar B. Mappagala, mengaku sangat bersyukur atas penerimaan SK tersebut.
“Selama setahun saya bekerja di sini, saya merasa sangat nyaman karena lingkungan kerja yang mendukung,” ungkap Akbar.
Lebih lanjut ia menuturkan, perjanjian tidak akan meminta pindah sebelum 10 tahun masa pengabdian bukanlah masalah baginya.
“Sebelum mendaftar di Kabupaten Mamuju, saya sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum membulatkan tekad,” tutup perantau dari Kota Pare-pare itu.(*)
