Sulbar – Aksi penolakan pengangkatan Dr. H. Jamil Barambangi sebagai Plt Wakil Rektor (WR) III di Kampus Unsulbar oleh aliansi dosen staf dan mahasiswa Unsulbar, mendapat respon Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulbar.
“Kami meminta kepada semua unsur untuk tidak mudah terpengaruh atas informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan sehingga mereka melakukan aksi di Unsulbar,” ucap Presidium MW KAHMI Sulbar, Irwan SP Pababari, Dalam sebuah diskusi, di Mamuju Rabu,02/07/25.
Irwan SP Pababari menyangkan aksi unjuk tersebut. Kata dia, melihat persoalan secara komprehensif sebelum melakukan aksi unjuk rasa adalah hal yang jauh lebih bijak.
“Unsulbar sebagai institusi pendidikan, kita harus jaga marwahnya sebagai ujung tombak pendidikan yang ada di Sulbar. Jangan dicekoki, diracuni atau terkontaminasi dengan kepentingan politik, kepentingan kelompok tertentu, apalagi kepentingan perorangan,” sambung Irwan, ketua Komisi II DPRD Sulawesi Barat itu.
Jejak karir seorang Dr. H Jamil Barambangi bukan sesuatu yang mesti didebat lagi. Baik di dunia birokrasi, maupun ia sebagai sosok akademisi. Selain sebagai tokoh pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, Jamil juga banyak mewakafkan dirinya di forum-forum akademisi, bahkan tercatat sebagai salah satu figur penting berdirinya institusi Unsulbar.
Irwan pun berharap, semua pihak untuk dapat menahan diri. Tak mudah terprovokasi oleh informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan.
“Menurut kami, keputusan rektor itu (mengangkat Dr. H Jamil Barambangi sebagai Plt Wakil Rektor III Unsulbar) sudah sangat tepat,” pungkas Irwan SP Pababari.
Secara kelembagaan, MW KAHMI pun berencana untuk melayangkan surat resmi ke Unsulbar. Sekaligus jadi penegasan sikap atas persoalan ini. (*)
