Site iconSite icon Editorial9.com

Respons PNM Mekaar Wonomulyo Usai Kantornya Disegel Warga

Suasana puluhan massa aksi menggelar unjuk rasa di depan Kantor PNM Mekaar Unit Wonomulyo, Kelurahan Sidodadi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Jumat (24/7/2026). Dok. editorial9.com.

POLMAN, editorial9 – PNM Mekaar Unit Wonomulyo, memberikan respons setelah kantornya di Kelurahan Sidodadi, Kabupaten Polman  disegel warga terkait dugaan pencairan pinjaman fiktif. Pihak perusahaan menilai, penyegelan kantor bukan solusi untuk menyelesaikan persoalan, yang dikeluhkan sejumlah nasabah.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Unit PNM Mekaar Wonomulyo, Arhami, saat berdialog dengan salah seorang massa aksi di depan Kantor PNM Mekaar Unit Wonomulyo, Kelurahan Sidodadi, Kabupaten Polman, Jumat, 24/07/26.

“Saya rasa itu bukan win-win solution seperti yang kita bilang tadi,” ucap Arhami.

Menurutnya, penutupan atau penyegelan kantor justru berpotensi mengganggu pelayanan kepada ribuan nasabah yang masih aktif.

“Karena kita punya nasabah lima ribu lebih bapak, Yang aktif itu empat ribu lebih sementara ini penagihan nya sementara berjalan,” ungkapnya.

Ia juga menanggapi tuntutan massa yang meminta agar operasional Kantor PNM Mekaar Unit Wonomulyo dihentikan. Menurutnya, penyelesaian persoalan yang dihadapi nasabah lebih penting daripada menutup layanan kepada nasabah lainnya.

“Nda, kita fokus ke masalahnya bapak saja, masalahnya ibu-ibu yang sekarang, itu solusinya seperti apa, kalau kita minta mau ditutup, itu saya rasa kurang bijak,” tutupnya.

Sebelumnya, warga menyegel Kantor PNM Mekaar Unit Wonomulyo sebagai bentuk protes atas dugaan pencairan pinjaman fiktif yang diduga menggunakan data sejumlah nasabah tanpa sepengetahuan mereka. Dalam aksi tersebut, massa juga mengusir karyawan dari dalam kantor sebelum pintu kantor disegel.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah warga mengaku menemukan pinjaman atas nama mereka yang diduga tidak pernah diajukan. Warga mendesak PNM segera memberikan penyelesaian dan pertanggungjawaban atas dugaan tersebut.(Mp)

Exit mobile version