Site iconSite icon Editorial9.com

RS Mitra Manakarra Pasang Target Jadi Rujukan Sulbar

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, berfoto bersama jajaran manajemen, tenaga medis, dokter, dan karyawan RS Mitra Manakarra usai menghadiri syukuran HUT ke-14 RS Mitra Manakarra di Mamuju, Kamis (9/7/2026). (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU, editorial9.com – Rumah Sakit (RS) Mitra Manakarra menargetkan diri menjadi rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Barat. Target tersebut akan diwujudkan melalui pengembangan layanan unggulan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pembangunan gedung baru yang direncanakan dimulai setelah kewajiban kredit rumah sakit selesai pada 2027.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, saat menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 RS Mitra Manakarra di Jalan Pongtiku, Mamuju, Kamis (9/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Suhardi Duka yang juga merupakan pendiri (owner) rumah sakit mengenang perjalanan RS Mitra Manakarra yang pernah hancur akibat gempa bumi Magnitudo 6,2 yang mengguncang Mamuju dan Majene pada Januari 2021.

“Perjalanan Rumah Sakit Mitra ini tidak mudah di tengah persaingan yang begitu ketat. Bahkan kita pernah runtuh, habis, kembali. Namun rumah sakit ini mampu bangkit lagi,” ujar Suhardi Duka.

Menurutnya, kondisi rumah sakit kini terus membaik. Beban kredit mulai berkurang, pelayanan kepada masyarakat meningkat, dan pembayaran klaim BPJS Kesehatan berjalan lebih lancar dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Karena itu, ia optimistis pengembangan rumah sakit dapat dilakukan setelah seluruh kewajiban kredit selesai pada 2027.

“Kalau kredit sudah selesai tahun 2027, kita akan membangun lagi gedung baru di bagian belakang. Kita siapkan satu gedung khusus untuk layanan unggulan lengkap dengan peralatan terbaik sehingga Rumah Sakit Mitra Manakarra bisa menjadi rumah sakit unggulan di Sulawesi Barat,” jelasnya.

Suhardi Duka meminta jajaran tenaga medis segera menetapkan layanan unggulan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat agar RS Mitra Manakarra memiliki daya saing dengan rumah sakit lain.

“Tentukan layanan unggulan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Yang penting Rumah Sakit Mitra memiliki keunggulan sehingga kelasnya bisa meningkat dan menjadi rujukan utama di Sulawesi Barat,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan yang tetap bertahan dan mengabdi selama bertahun-tahun sehingga rumah sakit mampu melewati berbagai tantangan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan yang tetap setia bersama Rumah Sakit Mitra. Ada yang bergabung sejak masih muda hingga sekarang tetap mengabdi. Loyalitas seperti inilah yang membuat rumah sakit ini tetap bertahan,” ujarnya.

Selain itu, Suhardi Duka berharap kesejahteraan pegawai ikut meningkat seiring membaiknya kondisi keuangan rumah sakit.

“Kalau memang ada kemampuan, silakan naikkan gaji karyawan. Mereka yang sudah menjadi pegawai tetap juga sudah mendapatkan jaminan kesehatan, jaminan hari tua, bahkan sebagian penghasilannya sudah setara, bahkan ada yang lebih tinggi dibanding ASN,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite Medik RS Mitra Manakarra, dr. Yusran Antonius, mengatakan perubahan regulasi sistem rujukan pelayanan kesehatan nasional membuat setiap rumah sakit harus memiliki kompetensi layanan yang menjadi keunggulan.

“Ke depan rumah sakit tidak lagi menjadi tempat rujukan berdasarkan tingkatan kelas, tetapi berdasarkan kompetensi rumah sakit itu sendiri. Karena itu kita harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan menghadirkan layanan unggulan,” ujar dr. Yusran.

Ia berharap manajemen segera menetapkan layanan unggulan yang dapat menjadi daya tarik bagi rumah sakit jejaring untuk merujuk pasien ke RS Mitra Manakarra.

Selain itu, ia mengingatkan masa berlaku akreditasi rumah sakit akan berakhir pada 2027 sehingga seluruh jajaran harus mulai mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi berikutnya.

“Kami berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan saat meraih akreditasi Paripurna pada 2023 dapat kembali dipertahankan. Dengan kerja sama seluruh tim, kami optimistis status akreditasi terbaik dapat kembali diraih pada 2027,” tutupnya.(*)

Exit mobile version