MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menetapkan RSUD Mamuju sebagai pilot project Pos Rujukan Stunting sebagai upaya memperkuat layanan terpadu dalam percepatan penurunan angka stunting dan penanganan kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.
Komitmen itu mengemuka dalam rapat koordinasi Tim Pasti Padu yang digelar di Aula Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (12/12). Program ini menjadi bagian dari prioritas Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Rapat diikuti oleh Tim Pasti Padu Provinsi Sulbar, Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, serta perwakilan RSUD Provinsi Sulawesi Barat. Pertemuan tersebut membahas dua agenda utama, yakni persiapan peluncuran Pos Rujukan Stunting di RSUD Mamuju dan penyerahan bantuan sosial sebesar Rp2 juta dari Dinas Sosial kepada keluarga penerima manfaat dalam program penanggulangan kemiskinan ekstrem.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan Pos Rujukan Stunting dirancang sebagai pusat layanan terintegrasi yang menghubungkan upaya deteksi dini, penanganan kasus, hingga pemantauan anak berisiko stunting secara berkelanjutan.
“Pos Rujukan Stunting di RSUD Mamuju akan menjadi model kolaborasi lintas sektor, tidak hanya melibatkan layanan kesehatan, tetapi juga sektor sosial dan desa. Dengan sistem rujukan yang jelas, penanganan anak berisiko stunting bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Nursyamsi.
Menurut dia, sinergi antara Tim Pasti Padu, Dinas Kesehatan kabupaten, serta RSUD sangat penting untuk memastikan alur layanan berjalan efektif. Selain intervensi medis, dukungan sosial melalui bantuan langsung tunai juga dibutuhkan agar keluarga penerima manfaat mampu memenuhi kebutuhan dasar dan gizi anak.
Peluncuran Pos Rujukan Stunting dijadwalkan dalam waktu dekat setelah seluruh kesiapan teknis dan koordinasi lintas instansi rampung. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap kehadiran pos rujukan ini dapat menjadi langkah strategis dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Sulbar. (Rls)
