MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menilai target bauran energi dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) perlu dilakukan revisi. Hal ini disebabkan pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di wilayah tersebut hingga kini belum terealisasi secara optimal.
Kepala Bidang Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar, Andi Rahmat, menyampaikan hal itu dalam Rapat Pembahasan Capaian Bauran Energi Daerah Tahun 2024 untuk Regional Jawa, Bali, dan Indonesia Timur yang digelar Dewan Energi Nasional (DEN) melalui Zoom Meeting, Senin (29/9/2025).
“Target bauran energi di RUED Sulbar cukup tinggi, tetapi realisasi pembangunan pembangkit EBT masih belum berjalan maksimal. Kondisi ini menjadi tantangan serius sehingga perlu dilakukan revisi agar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,” ujar Andi Rahmat.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama pengembangan EBT di Sulbar. Akibatnya, sejumlah program strategis yang diharapkan bisa mendukung pencapaian bauran energi belum terlaksana.
Rapat yang digelar DEN ini menjadi forum evaluasi dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan pusat. Selain menyampaikan capaian, Sulbar juga menguraikan potensi energi, tantangan, serta tindak lanjut rekomendasi dari DEN sebelumnya.
Menurut Andi, pengembangan energi di Sulbar sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga melalui Panca daya, khususnya dalam membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Energi di Sulbar diarahkan tidak hanya untuk memperkuat ketahanan energi, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan,” tambahnya.
Partisipasi Sulbar dalam rapat ini, lanjut Andi, mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung agenda nasional menuju ketahanan energi yang berkeadilan dan berkelanjutan.(*)
