Site iconSite icon Editorial9.com

Rumah di BTN Al-Ikhlas Matakali Terbakar, Damkar Tiba dalam 2 Menit

Personel Regu B Damkar Polman memadamkan kebakaran rumah kosong di BTN Al-Ikhlas, Kecamatan Matakali. Berkat respons dua menit setelah laporan diterima, api berhasil dilokalisir sehingga kerusakan tidak meluas.(Dok Humas Damkar Polman)

POLMAN, editorial9.com – Respons cepat ditunjukkan UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) saat menangani kebakaran sebuah rumah kosong di Perumahan BTN Al-Ikhlas, Kelurahan Patampanua, Kecamatan Matakali, Senin (20/7/2026).

Petugas tiba di lokasi hanya dua menit setelah menerima laporan warga sehingga api berhasil dilokalisir sebelum meluas.

Laporan kebakaran diterima pada pukul 14.40 WITA. Hanya berselang satu menit, tiga unit armada dari Pos Induk Polewali langsung diberangkatkan menuju lokasi dan tiba pada pukul 14.43 WITA.

Api diduga berasal dari sebuah kasur (spring bed) di bagian depan rumah milik Madinah. Kobaran api sempat merambat ke plafon dan kamar depan, namun personel Regu B Damkar Polman berhasil mengendalikan api dengan teknik pelokalisiran, pendinginan, dan pemutusan unsur api. Kebakaran berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.55 WITA.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Kerusakan yang ditimbulkan tergolong ringan dengan estimasi kerugian material sekitar Rp5 juta.

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polman, Imran, mengapresiasi warga yang cepat melaporkan kejadian sehingga petugas dapat bergerak sebelum api membesar.

“Respon kilat 2 menit adalah komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Namun, pencegahan dari warga adalah benteng pertahanan terbaik,” tegas Imran.

Ia mengingatkan bahwa musim kemarau meningkatkan potensi kebakaran, baik di kawasan permukiman, hutan maupun lahan. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai sumber pemicu api.

“Musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, hingga pemukiman. Mari kita jaga lingkungan, harta benda, dan keselamatan bersama,” lanjutnya.

Menurut Imran, sejumlah penyebab kebakaran yang kerap terjadi saat musim kemarau antara lain membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah atau lahan tanpa pengawasan, korsleting listrik akibat instalasi yang tidak layak, hingga api unggun atau pembakaran terbuka yang ditinggalkan sebelum benar-benar padam.

Ia mengimbau masyarakat, untuk tidak membakar sampah maupun lahan, rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber panas, serta segera melaporkan jika melihat asap atau titik api sekecil apa pun agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.(*/Mp)

Exit mobile version