Mamuju – editorial9 – Anggota DPR RI Komisi IV, Suhardi Duka (SDK), bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menggelar safari Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan, di Mamuju Sulawesi Barat, Minggu,25/04/21.
Dalam rangka mengkampanyekan gerakan makan ikan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembagian 700 paket makanan ikan berbagai olahan, yang diterima simbolis oleh 20 orang masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan.
Suhardi Duka, mengungkapkan bahwa kemiskinan sangat dekat dengan stunting, juga sangat dekat dengan kemalasan serta kebodohan.
“Untuk itu, ini menjadi tanggungjawab kita bersama. Kita harus melakukan kebijakan secara menyeluruh. Di sektor perikanan misalnya, kita intervensi dengan makan ikan. Sebab stunting itu pada prinsipnya adalah kekurangan gizi,” ucap SDK.
Ia menguraikan bahwa saat ini, Provinsi Sulawesi Barat menempati peringkat kedua dari bawah untuk jumlah stunting. Ia berharap pemerintah serius dan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah stunting ini.
“Peringkat 2 itu bagus, tapi Sulabr ini peringkat 2 dari bawah, untuk itu kami hadir membantu pemerintah daerah menyelesaikan masalah ini, sebab semua pihak harus terlibat dan serius memikirkan masalah stunting ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Komisi IV DPR RI terus melakukan kampanye Gemarikan dalam rangka menekan jumlah stunting khususnya di provinsi Sulawesi Barat.
“Komisi IV DPR RI kini makin konsen memerangi stanting, khususnya di sulawesi barat, ini menjadi tanggungjawab kita bersama, ini PR besar kita untuk bgmna menyelesaikan masalah stanting ini,” terang. Catur Sarwono
Stunting, kata Catur Sarwono, menunjukkan kekurangan gizi kronis, yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak buruk untuk anak.
“Ini PR kita bersama untuk bagaimana menyelesaikan masalah stanting ini. Makan ikan tentu sangat baik sebab dapat menjadi sumber protein yang baik, utamanya ibu hamil dan anak-anak,” tuturnya.(Rfa/Mp)
