Sulbar – Debat publik kedua Paslon Cagub-Cawagub Sulbar untuk Pilkada serentak 2024, diwarnai saling sindir antara Cagub nomor urut 2 Alibaal Masdar (ABM) dan Cawagub nomor urut 4 Enny Anggraeni Anwar (Enny).
Debat publik kedua yang dilaksanakan oleh KPU Sulbar itu, digelar di Hotel D’ Maleo, Rabu, 13/11/24.Malam.
Sindiran itu bermula saat Cawagub Enny Anggraeni, bertanya ke ABM tentang langkah yang akan dilakukan dalam pencegahan praktek KKN.
“Jika bapak kembali menjadi gubernur Sulawesi Barat apa yang akan bapak lakukan dalam pencegahan praktek KKN dilingkungan pemerintahan yang mungkin terjadi atas intervensi keluarga atau orang-orang terdekat bapak.?,” tanya Enny.
Menjawab pertanyaan itu. ABM menegaskan bahwa praktek KKN harus diberantas.Mesti yang berantas itu urusan seorang wakil gubernur bersama inspektorat.
“Kalau saya jadi gubernur lagi KKN harus diberantas, mesti yang berantas itu wakil urusannya itu, sama Inspektorat, apa yang dikerja. Ini yang harus dikerjakan,” ucap ABM.
Bagi mantan Bupati Kabupaten Polman dua periode itu, terkait masalah pemberantasan korupsi juga telah diatur oleh lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Jadi bagi saya ini ke soal-soal pemberantasan korupsi saya kira sudah ada di aturannya eh ini ada pencegahan, ada apa dan sudah diatur oleh KPK. Tinggal, bagaimana caranya kita menyikapi itu,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama periodenya menjabat gubernur Sulbar, komitmen terkait pemberantasan korupsi sudah terlaksana dengan baik.
“Tinggal mau ditingkatkan terus. Nah bagaimana kita jadi gubernur harus ditindaklanjuti terus ada inspektorat, ada yang lain inspektorat, ujung-ujungnya wakil dong. Saya ini memberikan saja ini, ya bagaimana caranya kalau dua tahun tidak masuk (kantor, red) tidak ada ditahu, begitu ibu ya,” tutur ABM.
Menanggapi jawaban tersebut, Enny mengungkapkan bahwa meskipun tidak sepenuhnya mendengar jawaban yang disampaikan ABM, namun bagi istri mantan gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh itu, pemberantasan KKN harus dimulai dari diri sendiri.
“Dan Alhamdulillah, saya 10 tahun menjadi istri gubernur Sulawesi Barat tidak pernah mencampuri urusan pemerintahan,” tegas Enny.(Mp)
