Site iconSite icon Editorial9.com

Sandeq Silumba 2026 Digelar 26-27 September

Perahu sandeq, perahu layar tradisional khas Mandar, berlayar di perairan Sulawesi Barat. Sandeq Silumba 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26–27 September sebagai bagian dari rangkaian HUT Provinsi Sulawesi Barat. Dok. Google.

POLMAN, editorial9.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memastikan pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 akan digelar pada 26-27 September 2026. Lomba perahu tradisional khas Mandar itu menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Barat sekaligus masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN).

Kepastian tersebut disampaikan dalam rapat persiapan yang dipimpin Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad, bersama Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan Majene.

Dalam rapat itu, panitia memfinalkan berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari kesiapan peserta, lintasan lomba, hingga pembagian tugas antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

“Baru saja kami menyelesaikan pertemuan dengan para pemilik perahu sandeq atau calon peserta Sandeq Silumba 2026 bersama Dispoparekraf Sulbar, Pemkab Polman dan Pemkab Majene,” kata Syamsul Samad.

Ia mengatakan, panitia telah mulai membagikan formulir pendaftaran dan surat pernyataan kesediaan mengikuti perlombaan kepada para pemilik perahu.

“Hari ini formulir sudah kami edarkan. Senin, 10 Agustus nanti, kami akan mengetahui berapa peserta yang resmi mendaftar Sandeq Silumba tahun ini,” ujarnya.

Sandeq Silumba 2026 akan berlangsung dalam dua etape. Etape pertama dimulai dari Pantai Banua Sendana menuju Pamboang. Etape kedua dilanjutkan dari Pamboang hingga finis di Pantai Bahari Polewali yang juga menjadi lokasi penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, mengatakan rapat tersebut merupakan tahap akhir penyusunan rencana teknis agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai jadwal.

“Pertemuan hari ini bertujuan memfinalkan seluruh rencana pelaksanaan Sandeq Silumba. Kami berharap dua kabupaten segera mematangkan seluruh persiapan karena waktu yang tersedia sudah cukup singkat,” kata Bau Akram.

Menurut dia, Sandeq Silumba 2026 merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian HUT Provinsi Sulawesi Barat. Karena itu, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten telah membagi tanggung jawab pelaksanaan.

Pemerintah Provinsi Sulbar akan menangani pelaksanaan kegiatan di laut, sedangkan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan Majene bertanggung jawab pada rangkaian acara pembukaan dan penutupan.

Bau Akram menambahkan, jadwal pelaksanaan Sandeq Silumba juga telah disampaikan kepada Kementerian Pariwisata. Kementerian dijadwalkan hadir untuk memantau langsung jalannya kegiatan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga seluruh pelaksanaan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan. Kami ingin mempertahankan Sandeq Silumba sebagai bagian dari KEN pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Ia memastikan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan agar pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 berjalan lancar.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya maritim Mandar, Sandeq Silumba diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan pelaku UMKM, serta memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Barat.(*)

Exit mobile version