Sulbar – Pemerintah Provinsi Sulbar secara resmi meluncurkan logo sandeq silumba tahun 2025. Event yang menjadi unggulan provinsi ke-33 ini, diketahui dulunya bernama sandeq race.
Perubahan logo dan nama itu bukan tanpa alasan, menurut Gubernur Provinsi Sulbar, Suhardi Duka (SDK), tidak digunakannya nama sandeq race lantaran kepemilikan logo atau hak ciptanya, tidak dimiliki oleh Provinsi Sulbar.
“Dan saat ini, kita pakai sandeq silumba, selain juga lebih kultural juga logonya sudah menjadi milik Sulawesi Barat,” ucap SDK dalam sambutannya, saat acara launching sandeq silumba di Matos, Kabupaten Mamuju, Minggu, 13/07/25 malam.
Anggota DPR-RI periode 2014-2019 itu pun memastikan seluruh mulai dari logo hingga nama yang digunakan dalam event sandeq silumba ini, telah sepenuhnya menjadi milik Pemprov Sulbar.
“Dan kita akan masukan didalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), supaya dikemudian hari tidak ada yang menuntut kita,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, pelaksanaan sandeq silumba, secara teknis tidak lagi dikelola oleh pemerintah, melainkan diserahkan ke pihak profesional. SDK tidak ingin, dalam pelaksanaan event ini ada kendala seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
“Kemudian setelah itu, kita akan masukan dalam kalender event nasional. Jadi, setelah kita evaluasi bila memang standarnya sudah bagus, baru kita ajukan ke nasional,” jelasnya.
Mantan Bupati Kabupaten Mamuju dua periode itu, juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan event sandeq silumba ini Pemprov Sulbar akan melibatkan pihak swasta.
“Pasti (kita akan melibatkan pengusaha,red) karena ini kan baru peluncuran logo, nanti akan ada lagi pertemuan mengundang pengusaha untuk ikut mensponsori, karena budget yang kita sediakan tidak cukup,” jelasnya.
SDK membeberkan bahwa jumlah anggaran yang disiapkan oleh Pemprov Sulbar untuk event sandeq silumba ini, berada dikisaran Rp.3 miliar lebih.
“Kalau 57 peserta, itu tidak cukup. Olehnya itu, memang kita butuh sponsor,” bebernya.
Lebih lanjut ia memperkirakan, estimasi anggaran yang dibutuhkan dalam agenda event sandeq silumba ini, dikisaran Rp.5 Miliar.
“Karena ini melibatkan pengamanan, asuransi dan lain sebagainya, kemudian kita juga harus menghargai jerih payah passandeq, yang rela berkorban meninggalkan keluarga itu harus kita hargai semuanya,” tutupnya.
Untuk diketahui, hadir dalam acara launching sandeq silumba 2025 ini, Wakil gubernur Provinsi Sulbar, Salim S.Mengga, para Bupati, wakil ketua DPRD Sulbar, Suraidah Suhardi, serta tamu undangan lainnya.(Mp)
