MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menekankan pentingnya peningkatan investasi daerah dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Langkah ini dinilai menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja di Sulbar.
Hal itu disampaikan Suhardi Duka saat memimpin Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) Forum Lintas Perangkat Daerah yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Mamuju, Rabu (11/3/2026).
Rakerpim tersebut diikuti para pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat fungsional perencana, serta pejabat yang menangani penyusunan program pada seluruh perangkat daerah lingkup Pemprov Sulbar.
Dalam arahannya, Suhardi Duka menjelaskan kondisi keuangan negara saat ini masih menghadapi tekanan. Salah satu penyebabnya adalah ketergantungan terhadap impor minyak yang berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran sehingga pemerintah daerah perlu menyusun strategi pembangunan yang lebih adaptif, efektif, dan efisien.
“Karena itu kita harus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah, salah satunya melalui peningkatan investasi,” kata Suhardi Duka.
Ia menegaskan investasi memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah, mempercepat pembangunan, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Kebijakan tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Pancadaya yang diusung Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga, yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif di Sulbar.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulbar, Kain Lotong, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan gubernur tersebut.
Menurutnya, DPMPTSP Sulbar akan memperkuat promosi potensi daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan perizinan untuk mendorong peningkatan realisasi investasi di Sulawesi Barat.
“Kami siap menindaklanjuti arahan gubernur dengan memperkuat promosi investasi dan meningkatkan kualitas pelayanan perizinan agar investor semakin tertarik menanamkan modalnya di Sulbar,” ujarnya.(*)
