MAMUJU – editorial9.com – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), melantik Rektor dan Wakil Rektor Universitas Sulbar Manarang (UNSUMA) periode 2026-2030 di Hotel Maleo Town Square (Matos), Mamuju, Kamis (4/6/2026). Dalam kesempatan itu, SDK menegaskan perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan menyiapkan lulusan yang siap bersaing hingga tingkat internasional.
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana Program Studi Strata Satu (S1) Farmasi angkatan II tahun 2026.
Dalam sambutannya, SDK menyampaikan kehadiran UNSUMA menjadi bagian penting dari upaya bersama membangun Sulawesi Barat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pada kesempatan itu gubernur, Suhardi Duka menyampaikan, kehadiran universitas sulbar manarang di sulawesi barat, ini bukti bahwa inilah bagian kerja kita kolaborasi untuk membangun daerah ini,” kata SDK.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kontribusi aktif dari institusi swasta, termasuk perguruan tinggi.
Bukan hanya harus institusi pemerintah tapi institusi swasta juga mampu mendorong peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui sektor pendidikan dan perguruan tinggi.
“Oleh karena itu tentunya selaku pemerintah daerah mengapresiasi kehadiran perguruan tinggi universitas sulbar manarang yang mampu melahirkan sarjana-sarjana,” ujar Suhardi Duka.
Meski memberikan apresiasi, SDK menyoroti masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Ia menilai kampus perlu lebih adaptif dalam menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan pasar tenaga kerja.
SDK mencontohkan profesi keperawatan yang saat ini banyak dihasilkan perguruan tinggi, namun tidak seluruhnya dapat terserap oleh fasilitas kesehatan di dalam negeri.
Ia menilai peluang kerja di luar negeri dapat menjadi alternatif bagi para lulusan, namun harus dibarengi dengan kemampuan bahasa asing yang memadai.
“Nah orang bekerja di luar negeri tidak bisa kalau tidak tahu bahasa. Bahasa dimana yang akan kamu tuju. Kalau jepang ya Jepang, kalau Korea ya Korea, kalau Arab Saudi ya bahasa Arab,” jelas SDK.
Karena itu, ia mendorong perguruan tinggi untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan tambahan, termasuk penguasaan bahasa asing agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Meski demikian, SDK optimistis para sarjana memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan dunia kerja.
“Orang yang pintar pasti mampu menangkap peluang. Sarjana apapun dia,” pungkasnya.(*)
