Mamuju – editorial9 – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat, Junda Maulana, menegaskan bahwa kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar dalam rangkaian Car Free Day (CFD) di Jalan Arteri Mamuju bukan sekadar hiburan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga dirancang untuk mendorong perputaran ekonomi dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ratusan warga memadati lokasi CFD yang dipusatkan di Jalan Arteri Mamuju, Minggu (28/6/2026). Selain menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 secara bersama-sama, masyarakat juga memanfaatkan berbagai layanan publik yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Sekda Sulbar Junda Maulana hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis, layanan Samsat Keliling, layanan keimigrasian, hingga berbagai pelayanan publik lainnya yang dipadukan dengan nobar Piala Dunia.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama-sama jajaran pemerintah baik di pemerintah daerah, Forkompinda dan juga vertikal itu bersama-sama masyarakat mengikuti kegiatan senam bersama dan sekaligus nonton bareng, ini dalam bentuk euforia kita dalam ajang Piala Dunia tahun 2026 ini,” kata Junda Maulana.
Menurut Junda, pelaksanaan nobar tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi secara langsung.
“Yang terpenting dari kegiatan ini kita harus ada multiplier effect yaitu ekonomi, ekonomi kerakyatan, UMKM kita banyak terlibat di sini dan kita memberikan voucher kepada pengunjung untuk bisa menukarkan vouchernya untuk bahan jajanan yang ada di UMKM ini,” ujarnya.
Puluhan pelaku UMKM tampak berjejer di sekitar lokasi kegiatan. Mereka menjajakan beragam makanan dan minuman yang banyak diburu pengunjung selama acara berlangsung.
Junda menilai antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia menjadi momentum yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Karena itu, Pemprov Sulbar sengaja melibatkan UMKM agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.
“Yang terpenting disini ekonominya bergerak juga, euforia sepak bola itu juga berdampak kepada ekonomi, sehingga UMKM ini banyak kita libatkan dan Alhamdulillah ada perputaran ekonomilah yang terjadi di kegiatan ini,” tuturnya.
Ia berharap konsep serupa dapat diterapkan oleh pemerintah kabupaten di Sulawesi Barat agar euforia Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Junda turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, mulai dari unsur pemerintah, Forkopimda, instansi vertikal hingga masyarakat yang ikut menyukseskan acara nobar dan layanan publik tersebut.(*)
