Site iconSite icon Editorial9.com

Sekda Sulbar Minta TPID Pertahankan Prestasi Pengendalian Inflasi

Sekretaris Daerah Sulawesi Barat, Junda Maulana, saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Sulawesi Barat di Hotel Maleo, Mamuju, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kapasitas pelaporan dan strategi pengendalian inflasi di Sulbar. (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat, Junda Maulana, menegaskan pentingnya mempertahankan prestasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berhasil meraih penghargaan Provinsi Berkinerja Terbaik 2025.

Ia meminta seluruh anggota TPID meningkatkan kualitas pelaporan dan strategi nyata agar capaian pengendalian inflasi terus berkelanjutan.

Meski Sulbar merupakan provinsi bungsu, capaian kinerja pengendalian inflasi daerah sudah diakui pemerintah pusat dan mampu sejajar dengan provinsi lain di regional Sulawesi. Hal ini mendorong Pemprov Sulbar melalui Sekda untuk menggelar kegiatan capacity building bagi TPID, Selasa (10/2/2026) di Hotel Maleo, Mamuju.

“Walaupun daerahnya kita belum bisa sejajar, tapi prestasi-prestasi harus bisa sejajar dengan provinsi lain, khususnya dari region Sulawesi,” ujar Junda saat membuka kegiatan tersebut.

Ia menekankan, prestasi bukan sekadar penghargaan, melainkan hasil dari pemahaman yang jelas terhadap kinerja yang dilakukan dan strategi yang diterapkan.

Menurut Junda, pelaporan yang berkualitas menjadi kunci agar kinerja TPID bisa diukur dan strategi pengendalian inflasi dijalankan secara nyata. “Kalau laporannya sudah baik, tentunya aksi-aksinya juga harus nyata,” tambahnya.

Ia juga menekankan perlunya perhatian khusus pada kelompok komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi, seperti makanan, minuman, dan tembakau. TPID diharapkan merancang strategi untuk meningkatkan produktivitas dan ketersediaan komoditas tersebut, termasuk melalui pemberdayaan petani atau subsidi tertentu.

Tahun 2026, Sulbar diprediksi menghadapi tekanan inflasi akibat normalisasi subsidi listrik dan kenaikan harga emas perhiasan. Oleh karena itu, TPID dituntut menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan kesejahteraan produsen meningkat.

Kegiatan capacity building ini merupakan kerja sama Biro Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulbar dengan Bank Indonesia, diikuti TPID provinsi dan kabupaten se-Sulawesi Barat.(*)

Exit mobile version