Mamuju – Program Klinik Pemerintah Digital yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi disambut Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo). Program ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mempercepat transformasi digital di Bumi Tanah Malaqbi.
Plt. Kepala Diskominfo Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu prioritas Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga. Keduanya berkomitmen menghadirkan SDM unggul, berdaya saing, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Berdasarkan Dashboard PMT Kemenkomdigi RI per Januari 2025, masih ada 196 desa di Sulbar yang masuk kategori blankspot dan lemah sinyal 4G. Rinciannya, 118 desa blankspot dan 78 desa lemah sinyal yang tersebar di enam kabupaten.
Adapun jumlah tower BTS yang beroperasi di Sulbar mencapai 622 unit dengan total 2.442 site. Kabupaten Polman tercatat memiliki jumlah site terbanyak (822), disusul Mamuju (455), Majene (303), Mateng (267), Pasangkayu (393), dan Mamasa (202).
“Program Klinik Pemerintah Digital ini peluang besar bagi Sulbar untuk mendorong percepatan transformasi digital, terutama menjawab kebutuhan jaringan 4G yang sangat dinantikan masyarakat,” ujar Ridwan.
Ia menambahkan, Pemprov dan Pemkab terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar perluasan jaringan bisa menjangkau fasilitas layanan publik yang hingga kini belum terkoneksi internet.(*)
