MAMUJU – editorial9.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mulai memperkuat sistem pendataan daerah melalui Forum Satu Data yang digelar di Kantor Gubernur Sulbar, Kamis, 18 Juni 2026. Forum ini menjadi langkah awal penyatuan standar dan integrasi data yang mengalir dari tingkat desa hingga ke provinsi.
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membangun sistem data yang terintegrasi bersama seluruh pemangku kebijakan di enam kabupaten. Langkah ini dinilai penting sebagai fondasi utama perencanaan pembangunan berbasis data yang lebih akurat dan terukur.
Kepala Dinas Kominfo, Persandian, dan Statistik (DiskominfoSS) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan forum tersebut menjadi titik balik dalam pembenahan tata kelola data di Sulbar. Ia menilai sistem yang berjalan selama ini belum saling terhubung secara optimal.
“Selama ini sudah ada portalnya tetapi bersifat penyimpanan saja. Belum saling berhubungan dan membentuk agregat,” ujar Ridwan.
Ia menekankan perlunya kesepakatan bersama antar pemerintah kabupaten dalam menyamakan standar data agar sistem integrasi dapat berjalan efektif.
“Hari ini kita gagas untuk sepakati ke arah sana, melibatkan pemkab dimulai dengan daftar data yang seragam karena sistem tidak bisa jalan kalau daftarnya berbeda-beda,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Sulbar Amujib menegaskan bahwa Forum Satu Data merupakan implementasi nyata dari penguatan regulasi pendataan secara kolaboratif lintas wilayah.
“Data-data itu mengalir dari desa, kecamatan, kabupaten, sampai ke provinsi,” jelas Amujib.
Ia menegaskan bahwa kualitas perencanaan pembangunan sangat bergantung pada ketersediaan data yang valid dan terintegrasi.
“Kita menyadari bahwa yang bisa direncanakan adalah yang punya data. Tanpa data maka kita tidak akan bisa melakukan perencanaan,” pungkasnya.(*)
