Mamuju – editorial9 – Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Mamuju, Sulfakri, mengaku keberatan dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Mervie Parasan, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang Pilkades serentak di Kantor DPRD.
Sebagaimana diketahui, saat RDP tentang Pilkades di DPRD Mamuju, Mervi Parasan, sempat menyinggung masalah pembiayaan yang digunakan oleh Sutinah Suhardi, saat Pilkada 09 Desember 2020 lalu.
Terkait hal tersebut, menurut Sulfakri, proses kemenangan yang sukses diraih oleh pasangan Sutinah Suhardi – Ado Mas’ud (Tina-Ado) di Pilkada 09 Desember lalu, karena dipilih langsung oleh masyarakat di Kabupaten Mamuju.
“Itu sama dengan yang terjadi, saat Mervie terpilih sebagai anggota DPRD kabupaten Mamuju. Mervie juga itu dipilih melalui Pemilu, tapi Pemilunya, Pemilu legislatif. Namun, subtansinya sama dipilih langsung oleh rakyat,” ucap Sulfakri, via WhatsApp, Rabu, 13/01/20. Malam.
Selain itu ia juga menjelaskan, bahwa Mervie Parasan, bisa terpilih menjadi anggota DPRD di Pemilu Legislatif 2019 lalu, karena meraih atau memenangi suara mayoritas di Daerah Pemilihannya (Dapilnya).
“Begitu pula dengan Ibu Tina dengan Pak Ado, terpilih karena memenangkan suara mayoritas, artinya lebih dari 50 Persen, masyarakat Mamuju yang bersyarat untuk memilih, itu dengan sukarela dengan semangat perubahan, telah memilih Ibu Tina dan Pak Ado,” jelasnya.
Sulfakri juga mengungkapkan, jika kemenangan yang dituduhkan oleh Mervie ke pasangan Tina-Ado terpilih di Pilkada 09 Desember 2020 lalu karena uang, maka Mervie secara langsung menuduh masyarakat di Kabupaten Mamuju, adalah pemilh tamak.
“Artinya, saya pertegas Mervie menuduh mayoritas masyarakat mamuju yang telah memilih Ibu Tina dan Pak Ado itu, masyarakat mata duitan,” tegasnya.
Atas dasar itu, Sulfakri, selaku bagian dari Parpol pengusung Tina-Ado di Pilkada Tahun 2020, meminta pada Mervie Parasan untuk menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka ke publik.
“Jika itu tidak dilakukan, maka saya akan meneruskan masalah ini ke jalur hukum. Ini bersyarat,” ungkapnya.
“Artinya jika Mervie betul-betul tidak dengan kesadaran, meminta maaf secara terbuka kepada mayoritas masyarakat Mamuju, yang telah dituduh mata duitan, maka saya akan menindaklanjuti apa yang telah dicemarkan oleh saudara Mervie,” sambungnya.
Lebih lanjut, Sulfakri menerangkan bahwa yang perlu dicatat oleh Mervie Parasan, pihaknya selaku tim pemenangan di Pilkada 09 Desember lalu, telah bekerja maksimal mengkonsoldasikan, serta mengkampanyekan Tina-Ado, dengan menggunakan program-program, yang dianggap menjadi kebutuhan masyarakat.
“Atas dasar program itu lah, atas dasar visi misi itu lah, sehingga akhirnya pasangan Tina dan Ado, mendapatkan mandat dari masyarakat Mamuju. Atas dasar tersebut lah, akhirnya mayoritas masyarakat Mamuju, menginginkan perubahan, menginginkan pemimpin baru,” terangnya.
Lebih lanjut ia mengingatkan kepada Mervie Parasan, bahwa pasangan Sutinah Suhardi-Ado Mas’ud, terpilih di Pilkada Mamuju 09 Desember 2020 lalu, karena mayoritas masyarakat di Bumi Manakarra, menginginkan perubahan.
“Mayoritas masyarakat Mamuju, menginginkan apa yang telah diprogramkan atau apa yang telah tertuang dalam visi misi Ibu Tina dan Pak Ado,” tutupnya.(MP)
