Mamuju – editorial9 – Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, secara resmi melaunching program program “Taki Me’guru”, di Rujab Sapota, Minggu, 14/03/21.
“Taki Me’guru” merupakan sebuah program yang digagas melalui Pokja Pendidikan di Kabupaten Mamuju, dengan melibatkan beberapa lembaga mitra.
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, menjelaskan bahwa “Taki Me’guru” bukanlah program gerakan kembali bersekolah, karena gerakan kembali bersekolah itu diperuntukkan bagi anak-anak yang putus sekolah.
“Tapi ini (Program “Taki Me’guru”), diperuntukkan bagi anak yang sekolah, tapi kita hidupkan lagi semangatnya untuk kembali belajar,” ucap Sutinah.
Selain itu berdasarkan pengalamanya sebagai orang tua, ia menilai penerapan sistem belajar di rumah, dengan sistem via Daring yang diterapkan oleh pemerintah semenjak pandemi covid19, sangat lah memberatkan bagi orang tua siswa.
“Saya sebagai orang tua, itu berat karena tiap hari saya ditengah kesibukan saya, saya harus memberikan motivasi walaupun dia (anak) tidak bersekolah, saya harus mendampingi dia utamanya dalam belajar,” ungkapnya.
Selain itu ia menjelaskan, bahwa kendala lain jika orang tua tidak mendampingi anak dalam proses belajar daring, kencenderungan yang sering terjadi adalah anak lebih menggunakan gadgetnya, untuk bermain game.
“Dan mungkin itu bukan hanya terjadi pada diri anak ku saja,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sutinah mengungkapkan bahwa terkhusus Kabupaten Mamuju, baru saja dilanda bencana gempa bumi 15 Januari 2021 lalu, hal ini kian menambah kesulitan bagi anak untuk belajar.
“Karena boro-boro mau lihat buku, menyelamatkan diri saja atau tinggal di tenda pengungsian, sudah sangat bersyukur,” ungkapnya.
Mantan Kadis perdagangan Kabupaten Mamuju itu, juga membeberkan walaupun saat ini anak-anak sudah kembali ke kediamannya, namun jika rumahnya terkena dampak gempa, sang anak pasti akan kebingungan mencari kembali buku-buku pelajarannya.
“Mungkin orang tuanya, sudah tidak berfikir ke situ dulu, karena pasti berfikir adalah bagaimana caranya sehingga rumah bisa ditempati dengan baik, agar bisa berlindung dari cuaca hujan, panas, tidak terlalu memikirkan anaknya belajar atau tidak dan ada yang seperti itu, ada yang saya dapat, tapi tidak semuanya. Kita tidak bisa menggenalisir, bahwa semua orang tua di Mamuju seperti itu,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan yang juga Wakil Koordinator Pengaktifan Pokja Koordinasi, Hajrul Malik, menuturkan bahwa program “Taki Me’guru” merupakan bentuk dukungan pemulihan kegiatan belajar mengajar, yang bertujuan untuk meningkatkan kembali motivasi belajar siswa yang sempat mengalami penurunan.
“Kegiatan kampanye ini, akan dilaksanakan selama Empat hari di Kecamatan yang terdampak yang akan dilaksanakan secara serentak oleh lembaga mitra yang tergabung dalam Pokja Pendidikan” tutur Hajrul. (Adv)
