MAMUJU – Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga, manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN) ditegaskan sebagai fondasi utama dalam penataan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulbar.
Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Pemprov Sulbar secara aktif melakukan pendampingan dan sosialisasi ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoptimalkan penerapan sistem merit. Langkah ini bertujuan memastikan penempatan jabatan benar-benar berbasis kompetensi, kinerja, dan integritas ASN.
Sosialisasi manajemen talenta berbasis sistem merit tersebut juga dilaksanakan di lingkup Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo SP) Sulbar, Jumat (9/1/2026).
Kepala Dinas Kominfo Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan manajemen talenta yang berlandaskan sistem merit. Menurutnya, sistem merit merupakan fondasi utama dalam menciptakan ASN yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing.
“Merit sistem memastikan bahwa ASN terbaiklah yang masuk dalam manajemen talenta. Ini menjadi kunci untuk mencegah praktik KKN serta menjamin proses regenerasi kepemimpinan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Ridwan.
Ia menjelaskan, sistem merit dan manajemen talenta merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sistem merit berfungsi menjamin objektivitas dan keadilan dalam penilaian ASN, sementara manajemen talenta berperan sebagai akselerator untuk mempercepat kesiapan aparatur menduduki jabatan strategis.
“Tanpa sistem merit, manajemen talenta berpotensi dimanipulasi. Sebaliknya, tanpa manajemen talenta, sistem merit hanya akan menghasilkan ASN yang kompeten secara teknis, tetapi belum tentu siap memimpin,” tegasnya.
Ridwan menambahkan, bagi Dinas Kominfo Sulbar, penguatan manajemen talenta menjadi langkah strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap tantangan transformasi digital dan pelayanan publik berbasis teknologi informasi.
Melalui sosialisasi ini, Pemprov Sulbar berharap seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama dalam membangun manajemen ASN yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kinerja, guna mewujudkan birokrasi yang berkualitas dan mampu melayani masyarakat secara optimal. (Rls)
