Site iconSite icon Editorial9.com

Tanggapi Demo Soal PIP, BESTI : Kami Tidak Campuri 

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Polman, Andi Bebas Manggazali-Siti Rahmawati.

Polman – Pasangan calon bupati-wakil bupati, Andi Bebas Manggazali-Siti Rahmawati (Besti), memberikan tanggapannya terkait aksi unjuk rasa aliansi LSM yang menyoroti masalah beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), beberapa waktu di depan kantor Bupati Kabupaten Polman,Kamis 19/09/2024 lalu.

Calon bupati Kabupaten Polman Andi Bebas Manggazali, mengaku tak ingin mengomentari dan tidak ingin mencampuri masalah PIP tersebut.

“Isu PIP larikan ke regulasi aja lah. Kami (Besti) tidak mencampuri PIP,” ucap Bebas, saat dikonfirmasi awak media usai mengikuti pengundian nomor urut Paslon, di Aula Gedung Gadis Kecamatan Polewali, 23/09/24.

Menurutnya, pihaknya saat ini lebih memilih untuk fokus ke pemenangan Pilkada serentak 27 November 2024 yang akan datang.

“Kami tidak mau kesana, saya berfikir bagaimana memenangkan ini (Pilkada). Kalau itu, larikan ke regulasi aja,” ujarnya.

“Saya tidak berfikir menghujat, maupun apa. Saya mau cari teman, bukan cari lawan,” sambungnya.

Bagi mantan Sekda Kabupaten Polman itu, mencalonkan diri jadi Bupati bukan karena ingin menjadi pimpinan, melainkan harus menjadi pemimpin dan menjadi contoh bagi masyarakat.

“Kalau jadi pemimpinan OPD bisa saja kita culas, curang. Tapi kalau jadi bupati kita harus jadi pemimpin mengayomi masyarakat. Jadi start pertama kita harus kita benar sesuai dengan regulasi yang ada,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengakui, bahwa saat aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Polman, Kamis 19/09/2024, terdapat beberapa orang yang menjadi bagian dari pendukung BESTI, namun kata Bebas pada saat aksi maka statusnya bukan lagi sebagai tim, melainkan LSM.

“Jadi begini, bisa dibedakan bahwa yang orasi kemarin itu ada memang sebagian laba-laba. tapi itu pendukung saya. Tapi, pada saat dia (massa aksi) orasi, itu LSMnya,” tutupnya.(Mp)

Exit mobile version