POLMAN — Event keluarga Dino Show yang akan digelar mulai awal Desember 2025 hingga akhir tahun di Stadion S. Mengga, Polewali Mandar (Polman), memicu gelombang protes dari para pelaku UMKM. Pasalnya, pihak pengelola mematok tarif tenant yang dinilai sangat memberatkan, yakni Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per stand.
Padahal, event yang dikelola Dino Planet Funderland Indonesia itu sebelumnya dipromosikan sebagai kesempatan besar bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan. Namun kenyataannya, biaya partisipasi justru dinilai terlalu tinggi dan tak sebanding dengan kemampuan sebagian besar UMKM di daerah.
Ketua Komunitas Boyang UMKM, Saddam Husain, mengatakan promosi melalui event besar memang penting, tetapi tidak dengan biaya sebesar itu.
“Kalau melihat event atau pameran sejenis, sebenarnya bagus sebagai jalan pintas promosi dan menaikkan omzet. Tapi tarif yang cukup besar ini berat bagi kami UMKM, apalagi belum ada kepastian bisa balik modal atau tidak. UMKM baru yang belum punya nama pasti lebih sulit,” ujar Saddam, Minggu (20/11/2025).
Ia menilai penetapan tarif memang wajar, namun harus tetap realistis dan mempertimbangkan tujuan utama penyelenggaraan event, yakni membantu pelaku usaha kecil.
“Sebenarnya ada tarif itu tidak masalah, tapi perlu diperhitungkan. Dengan tarif awal setinggi itu, pengeluaran UMKM makin besar. Jadinya kesan awal yang harusnya membantu, malah hanya terasa sebagai pemberian fasilitas saja,” tuturnya.
Saddam kemudian membandingkan dengan sejumlah pameran yang digelar Pemkab Polman melalui Dinas Koperindag dan UMKM, seperti expo maupun kegiatan HUT Polman, yang tarifnya jauh lebih terjangkau.
“Event yang digelar Pemkab biasanya hanya sekitar Rp500 ribu. Itu wajar dan UMKM bisa ikut tanpa terbebani. Kalau sampai jutaan seperti ini, banyak yang mundur sebelum mulai,” tambahnya.
Ia juga menyayangkan jika pemerintah daerah tidak lebih dulu duduk bersama pelaku UMKM sebelum memberi izin penyelenggaraan event berskala besar itu.
“Mestinya Pemda Polman sebelum memberi izin ke pengelola Dino Show duduk bersama dulu dengan pelaku UMKM untuk membahas hal krusial seperti tarif. Jangan hanya fokus pada pendapatan, lalu izin dikeluarkan tanpa melihat kemampuan UMKM yang dibebankan biaya besar,” tegasnya.
Hingga kini, pihak pengelola Dino Show belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan para pelaku UMKM tersebut. (Mp)
