Site iconSite icon Editorial9.com

Tekan Risiko Pencemaran, Dinkes Sulbar Latih Petugas Kelola Limbah Fasyankes

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Pengelolaan Limbah Fasyankes di Hotel Marannu, Mamuju, Senin (22/9/2025)

MAMUJU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui dukungan Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SHOPI) menggelar Pelatihan Pengelolaan Limbah Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Hotel Marannu, Mamuju. Kegiatan yang berlangsung sejak Senin (22/9/2025) hingga Sabtu (27/9/2025) ini diikuti 30 peserta dari petugas sanitasi lingkungan kabupaten se-Sulbar.

Plt Kepala Dinkes Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pengelolaan limbah Fasyankes merupakan isu krusial karena berkaitan langsung dengan keselamatan manusia dan keberlanjutan lingkungan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan petugas sanitasi mampu mengelola limbah sesuai regulasi yang berlaku. Dengan demikian, risiko pencemaran dapat ditekan dan mutu layanan kesehatan semakin meningkat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/9/2025).

Pelatihan menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, antara lain Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Makassar, Dinas Lingkungan Hidup, BPSDM, dan Dinkes Sulbar.

Ketua Tim Kerja Program Kesehatan Lingkungan Dinkes Sulbar, Anwar, menjelaskan materi pelatihan meliputi kebijakan dan regulasi, perencanaan pengelolaan, hingga teknik pemilahan, penyimpanan, serta pemrosesan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Hal ini sejalan dengan Permenkes No. 2 Tahun 2023 dan PermenLHK P.56/2015 yang menegaskan setiap Fasyankes wajib melakukan pengolahan limbah secara aman dan ramah lingkungan,” jelas Anwar.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai prinsip kewaspadaan, kedekatan, serta tanggung jawab etik dan finansial dalam penanganan limbah medis. Materi lain yang ditekankan adalah pentingnya minimalisasi limbah, pemilahan sejak dari sumber, serta pengolahan mandiri maupun kerja sama dengan pihak ketiga.

Dinkes Sulbar berharap para peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan sanitasi sehat serta pengelolaan limbah berkelanjutan di setiap fasilitas kesehatan.(*)

Exit mobile version