Site iconSite icon Editorial9.com

Tenun Khas Sulbar Berkilau di FESyar KTI Kalbar, Kadis Pariwisata: Saatnya Wastra Kita Mendunia

Model memperagakan busana berbahan Tenun Sekomandi dan Saqbe Mandar khas Sulawesi Barat pada ajang Fashion Show FESyar KTI 2025 di Ayani Mega Mall Pontianak, Kalimantan Barat. (Dok. Dinas Pariwisata Sulbar)

MAMUJU – Pesona wastra tradisional Sulawesi Barat (Sulbar) kembali mencuri perhatian publik. Melalui ajang Fashion Show Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat, Dinas Pariwisata Sulbar sukses memperkenalkan dua tenun khas daerah: Tenun Sekomandi Kalumpang dan Sutera Saqbe Mandar.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sulbar, Sariani Lasami, mengungkapkan bahwa partisipasi mereka di ajang bergengsi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Dengan mengusung tema Wear Ethnic Stay Stylish, Sariani memamerkan rancangan busana office, casual, dan party berbahan dasar tenun lokal Sulbar.

“Saya merancang tiga desain menggunakan Tenun Sekomandi Mamuju dan Saqbe Mandar. Alhamdulillah, respon pengunjung sangat positif. Sebelum tampil, semua peserta wajib mempresentasikan wastra daerah masing-masing, dan ini jadi kesempatan emas bagi kita untuk memperkenalkan Sulbar,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).

Kepala Dinas Pariwisata Sulbar, Bau Akram Dai, mengapresiasi kerja keras timnya yang tampil maksimal mewakili daerah di level regional. Menurutnya, promosi budaya melalui wastra bukan sekadar ajang pamer, melainkan strategi mendorong ekonomi kreatif dan pariwisata halal berbasis syariah.

“Kami bangga Sulbar bisa ikut serta di FESyar KTI. Ini bukti bahwa tenun khas kita layak bersaing, bahkan menuju panggung nasional dan internasional. Promosi ini harus terus dimaksimalkan, karena pariwisata tidak lepas dari produk budaya lokal,” tegasnya.

Event FESyar KTI 2025 berlangsung selama empat hari, 29 Agustus–1 September di Ayani Mega Mall Pontianak, Kalbar. Kegiatan tahunan yang diinisiasi Bank Indonesia itu menjadi salah satu panggung terbesar promosi produk halal, pariwisata syariah, hingga wastra nusantara.(*)

Exit mobile version