POLMAN, editorial9.com – Seorang tersangka kasus dugaan pencurian sepeda motor (Curanmor) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, kabur dari Mapolres Polman usai diberi makan siang oleh petugas. Tersangka, memanfaatkan kelengahan anggota dengan alasan hendak membuang sisa makanan ke tempat sampah sebelum akhirnya melarikan diri.
Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi, mengatakan, Tersangka berinisial Aco Akmal (22), warga Kecamatan Balanipa, kini masih dalam pengejaran aparat Satreskrim Polres Polman. Di saat bersamaan, Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Polman melakukan pemeriksaan terhadap personel yang bertugas saat insiden tersebut terjadi.
“Aco sebelumnya ditangkap tim gabungan Unit Reaksi Cepat (URC) dan Unit Kam Satreskrim Polres Polman pada Kamis, 16 Juli 2026, sekitar pukul 16.30 Wita di Desa Bonde, Kecamatan Campalagian,” ucap AKP Budi Adi, melalui pres rilis Humas Polres Polman, Senin,27/06/27.
Ia juga menjelaskan, Penangkapan itu, merupakan hasil penyelidikan atas dugaan pencurian sepeda motor yang terjadi di area parkir RSUD Hj. Andi Depu Polewali, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
“Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang ditemukan di sebuah bengkel di Desa Pambusuang, Kecamatan Balanipa,” ungkapnya.
Setelah diamankan, penyidik melakukan serangkaian proses hukum mulai dari pemeriksaan saksi, gelar perkara, penetapan status tersangka, hingga pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari prosedur sebelum penahanan.
“Namun, pada Jumat, 17 Juli 2026, sekitar pukul 13.00 Wita, tersangka berhasil melarikan diri dari ruang pemeriksaan,” jelasnya.
Saat itu, petugas memberikan makan siang kepada tersangka. Usai makan, Aco meminta izin membuang sisa makanan ke tempat sampah.
“Kesempatan tersebut, dimanfaatkan untuk meloloskan diri saat pengawasan petugas lengah,” katanya.
Lebih lanjut ia membeberkan, pihaknya kini memusatkan upaya pada pengejaran terhadap tersangka agar proses hukum dapat dilanjutkan.
“Kami telah melakukan serangkaian penyelidikan mulai dari pemeriksaan saksi, pengamanan rekaman CCTV, hingga berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti. Saat ini tim masih melakukan pengejaran secara intensif agar tersangka segera diamankan kembali dan proses hukum dapat dilanjutkan,” kata AKP Budi Adi.
Menurut Budi, selain memburu tersangka, kepolisian juga melakukan evaluasi internal atas peristiwa tersebut. Propam telah memeriksa personel yang bertugas untuk mengetahui penyebab lolosnya tersangka dari pengawasan.
“Kami juga melakukan pemeriksaan internal terhadap personel yang bertugas saat kejadian. Evaluasi ini penting agar prosedur pengamanan tahanan dapat diperkuat dan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.(*)
