Mamuju – editorial9 – Sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, berpotensi lenyap atau hilang akibat disapu abrasi pantai, lantaran tidak adanya tanggul penahan ombak.
Menurut salah seorang warga setempat, Jamaluddin, abrasi pantai yang mengikis TPU tersebut telah berlangsung lama dan bahkan masalah itu pun telah seringkali diusulkan dalam setiap gelaran Musrembang, namun hingga saat ini belum mendapat respon dari Pemerintah Daerah.
“Sehingga kita juga ini masyarakat berfikir lebih baik kita mencari orang lain yang mau memperhatikan kita punya anu (TPU) disini. Ya inilah satu-satunya pekuburan kita yang betul-betul memprihatinkan. Inilah tempat terkahir kita nanti,”ucap Jamaluddin, Sabtu, 07/11/20.
Selain itu, ia juga berharap adanya seseorang yang terketuk hatinya melihat kondisi TPU satu-satunya, yang dimiliki oleh masyarakat di Kelurahan Rangas.
“Lima tahun kedepan habis ini,”pungkasnya.
Jamaluddin juga menuturkan bahwa, dampak dari adanya abrasi yang mengikis TPU tersebut mengakibatkan banyaknya pemakaman warga yang hilang terseret ombak.
“Dan bahkan, tulang-tulangnya itu, dipungut satu persatu untuk dipindahkan kasian.Saya mohon ini, harapan saya pada pemerintah, bisa memperhatikan kami khususnya kami di kelurahan rangas bisa memperhatikan pekuburan kami,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi, yang meninjau langsung lokasi TPU itu, mengakui bahwa masalah tersebut memang butuh perhatian serius dari pemerintah, sehingga sinergitas antara Pemprov dan Kabupaten menjadi sangat penting guna menjawab keluhan masyarakat.
“Ya walaupun ini kewenangan Kabupaten kalau bisa diambil Provinsi tidak jadi masalah yang penting berjuang dulu,” terang Suraidah.
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Mamuju itu juga berjanji akan memasukan masalah TPU di Kelurahan Rangas tersebut, dalam daftar program reses untuk diusulkan ke penganggaran Tahun 2021 mendatang.
“Kita akan perjuangkan di DPRD Sulbar,”tutupnya.(Advetorial)
