MAMUJU — Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, mengeluarkan peringatan keras terkait pelaksanaan rekrutmen anggota Polri Tahun Anggaran 2026 agar berlangsung bersih dan bebas dari praktik percaloan.
Melalui Pelaksana Harian (Plh) Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Lalu Moh Syahir Arif, Kapolda menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi harus menjunjung tinggi prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
“Seluruh proses rekrutmen, baik Akpol, Bintara, maupun Tamtama, dilaksanakan secara terpadu melalui jalur reguler. Tidak ada ruang untuk praktik kecurangan,” ujar Syahir, Senin (13/4/2026).
Kapolda juga mengingatkan para peserta agar tidak tergoda menggunakan jalur tidak resmi dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Yakinkan diri dan percayalah pada kemampuan sendiri. Yang terpenting adalah niat dan usaha maksimal,” katanya.
Selain itu, Kapolda memberikan penegasan kepada panitia pelaksana agar tidak menyalahgunakan kewenangan dalam proses seleksi.
“Jangan pernah coba-coba bermain dengan nasib orang lain. Kami tidak akan segan menindak tegas jika ada indikasi pelanggaran,” tegasnya.
Sebagai bentuk transparansi, Polda Sulbar membuka ruang pengawasan publik. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan dugaan kecurangan dalam proses rekrutmen.
“Apabila ada keluhan atau komplain, silakan laporkan ke Bidang Propam Polda Sulbar. Kami pastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Pada rekrutmen tahun ini, sebanyak 1.411 peserta mengikuti seleksi, terdiri dari 27 calon Akpol, 1.354 calon Bintara, dan 30 calon Tamtama.
Rangkaian seleksi berlangsung sejak 1 April hingga awal Juli 2026, meliputi pemeriksaan kesehatan tahap I dan II, tes psikologi dan akademik berbasis Computer Assisted Test (CAT), uji kesamaptaan jasmani dan antropometri, serta penelusuran mental kepribadian.
Kapolda menambahkan, penggunaan sistem CAT dan teknologi face matching diterapkan untuk menjamin hasil seleksi yang objektif, real-time, dan tidak dapat dimanipulasi.
“Kelulusan murni ditentukan oleh kemampuan dan usaha masing-masing peserta,” kata dia.(*)
