MAMUJU – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat mengusulkan 18.000 Rumah Tangga Sasaran (RTS) menerima bantuan listrik gratis pada 2027. Selain itu, perluasan jaringan listrik desa juga menjadi prioritas untuk mengejar target elektrifikasi menyeluruh.
Usulan tersebut disiapkan usai Dinas ESDM Sulbar mengikuti Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) sektor ESDM tingkat nasional yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri dan melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, serta PT PLN (Persero).
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil, mengatakan Rakortek tersebut membahas arah kebijakan energi nasional yang komprehensif, mulai dari stabilitas pasokan hingga penguatan tata kelola dan ketahanan energi.
“Forum ini sangat strategis karena menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, terutama dalam memastikan akses energi yang merata,” ujar Qamaruddin, Selasa (3/3/2026).
Sebagai tindak lanjut, Dinas ESDM Sulbar mengusulkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM untuk 18.000 RTS di 2027. Data penerima berasal dari usulan pemerintah desa dan kelurahan yang telah diverifikasi dan diteruskan ke kementerian.
“Program ini menyasar masyarakat kurang mampu agar bisa menikmati listrik secara layak dan terjangkau,” jelasnya.
Tak hanya itu, ESDM Sulbar juga mengusulkan pembangunan jaringan listrik untuk desa-desa yang hingga kini belum teraliri listrik PLN. Hingga 2026, tercatat masih ada 19 desa di Sulbar yang belum menikmati listrik dari PLN.
Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menegaskan Rakortek menjadi momentum menyinkronkan program pusat dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), sejalan dengan visi-misi Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga.
“Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat agar target elektrifikasi di Sulbar bisa tercapai dan tidak ada lagi desa yang gelap akibat belum tersedianya infrastruktur listrik,” pungkasnya.(*)






