IRB Sulbar 2025 Masih Tinggi, BPBD Dorong Sinergi Kurangi Risiko Bencana

Suasana rapat koordinasi daring BPBD Sulbar bersama BPBD kabupaten se-Provinsi Sulawesi Barat, membahas Indeks Risiko Bencana (IRB) 2025 dan upaya peningkatan ketahanan daerah, Selasa (3/3/2026). (Dok. Humas Pemprov Sulbar)

MAMUJU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat menggelar rapat koordinasi secara daring bersama BPBD kabupaten se-Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Pusdalops BPBD Sulbar ini membahas tingginya Indeks Risiko Bencana (IRB) Tahun 2025 di wilayah tersebut.

Dalam rapat disampaikan bahwa nilai IRB Sulbar mencapai 211,46, termasuk kategori risiko bencana tinggi. Sementara nilai rata-rata Indeks Ketahanan Daerah (IKD) kabupaten/kota tercatat 0,28, yang dinilai masih perlu peningkatan melalui penguatan kapasitas daerah.

Bacaan Lainnya

Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan sesuai arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, seluruh BPBD kabupaten wajib meningkatkan sinergi dan kolaborasi untuk menekan risiko bencana.

“Nilai IRB 211,46 menjadi perhatian serius kita bersama. Ini menjadi dasar untuk memperkuat perencanaan, mitigasi, serta peningkatan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah. Nilai IKD 0,28 harus didorong meningkat melalui program strategis,” ujar Yasir Fattah.

Ia menambahkan, peningkatan IKD dapat dilakukan melalui penguatan regulasi kebencanaan, penyusunan kajian risiko bencana, rencana kontinjensi, pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana, serta edukasi dan simulasi kebencanaan bagi masyarakat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *