Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Kriminalitas di Sulbar Turun

Karo Ops Polda Sulbar Kombes Pol Ach Imam Rifai menyampaikan hasil Operasi Ketupat Marano 2026 dalam konferensi pers di Mapolda Sulbar, Senin (30/3/2026). Dok. Humas Polda Sulbar.

MAMUJU – Kepolisian Daerah Sulawesi Barat resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat Marano 2026. Hasilnya, angka kriminalitas selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini mengalami penurunan.

Hal itu diungkapkan Karo Ops Polda Sulbar, Kombes Pol Ach Imam Rifai, dalam konferensi pers di Mapolda Sulbar, Senin (30/3/2026). Ia menyebut keberhasilan tersebut tak lepas dari sinergi lintas sektor selama operasi berlangsung.

Bacaan Lainnya

“Keberhasilan pengamanan tahun ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi maksimal di lapangan,” ujar Imam Rifai.

Operasi Ketupat Marano 2026 digelar selama 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan sekitar 1.000 personel gabungan. Mereka terdiri dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, BPBD, Satpol PP, hingga organisasi kemasyarakatan seperti Pramuka dan Orari.

Seluruh personel disiagakan di berbagai pos pelayanan dan pos pengamanan untuk memastikan kondisi tetap kondusif selama libur Lebaran.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev), Polda Sulbar mencatat adanya tren positif pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Jumlah gangguan kamtibmas turun sekitar 8,7 persen, dari 123 kejadian pada 2025 menjadi 105 kejadian di 2026.

Angka kejahatan konvensional juga menurun dari 121 kasus menjadi 102 kasus.

Di sektor lalu lintas, jumlah kecelakaan tercatat turun tipis dari 57 kejadian menjadi 56 kejadian. Wilayah dengan angka kecelakaan tertinggi berada di Mamuju sebanyak 15 kejadian, disusul Mamuju Tengah 12 kejadian, dan Majene 9 kejadian.

Namun demikian, Polda Sulbar memberi perhatian serius pada meningkatnya angka fatalitas korban. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan naik dari 4 orang pada 2025 menjadi 11 orang di 2026.

Selain itu, kerugian material juga mengalami lonjakan signifikan, dari Rp81 juta menjadi Rp175 juta.

“Ini menjadi bahan evaluasi serius bagi kami ke depan, khususnya dalam menekan angka fatalitas kecelakaan,” jelasnya.

Imam Rifai pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang telah bertugas, serta masyarakat yang dinilai semakin sadar akan pentingnya menjaga ketertiban.

Meski Operasi Ketupat telah berakhir, Polda Sulbar memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Warga juga diimbau tetap waspada saat berkendara dan memanfaatkan layanan pengaduan call center 110 jika membutuhkan bantuan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *