SDK ke Kader Demokrat: Jangan Lupa Asal-usul

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka memberikan sambutan saat acara buka puasa bersama kader Partai Demokrat Sulbar di rumah jabatan Gubernur di Mamuju. (Dok. Istimewa)

MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) mengingatkan kader Partai Demokrat agar tidak melupakan asal-usul meski telah menduduki jabatan politik. Pesan itu disampaikannya saat acara buka puasa bersama keluarga besar Demokrat Sulbar di rumah jabatan Gubernur Sulbar, Minggu (15/3).

Kegiatan buka puasa bersama tersebut dihadiri jajaran pengurus Partai Demokrat mulai dari tingkat DPD hingga PAC se-Sulawesi Barat. Acara berlangsung di rumah jabatan Gubernur di Mamuju dengan suasana penuh kekeluargaan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Suhardi Duka yang juga Ketua DPD Demokrat Sulbar menegaskan pentingnya loyalitas kader untuk terus merawat dan membesarkan partai.

“Setinggi apa pun jabatan politik yang diemban, harus ingat di mana dilahirkan dan di mana dibesarkan. Karena kalau tidak demikian, tidak mungkin orang lain yang membesarkan partai ini. Kitalah yang bertanggung jawab untuk membesarkannya,” kata pria yang akrab disapa SDK itu.

Ia juga meminta seluruh kader agar menjaga soliditas serta merawat partai dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, keberhasilan kader Demokrat menduduki berbagai posisi strategis saat ini tidak terlepas dari kerja bersama seluruh struktur partai.

SDK menyebut kegiatan buka puasa bersama di rumah jabatan gubernur ini menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Demokrat Sulbar.

“Ini pertama kalinya keluarga besar Demokrat Sulbar buka puasa bersama di rumah jabatan gubernur. Yang hadir di sini adalah orang-orang unggulan, mulai dari pengurus partai, dua bupati, pimpinan DPRD kabupaten dan provinsi, hingga anggota DPR RI,” ujarnya.

Meski demikian, SDK mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan akan semakin berat. Ia menilai persaingan pada Pemilu 2029 bakal semakin ketat, terutama dengan jumlah kursi yang terbatas.

Karena itu, ia meminta kader untuk mulai memperkuat konsolidasi sejak dini agar target politik partai di masa mendatang bisa tercapai.

“Persaingan makin ketat di tengah kursi yang terbatas. Tantangan ini harus diantisipasi sejak sekarang dengan konsolidasi yang kuat,” pungkasnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *