MATENG – Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat, M. Aditya Arie Yustira, menekankan pentingnya validitas data dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di daerah.
Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Pelatihan Rekonfirmasi Data Anak Tidak Sekolah yang digelar di Aula SMK Negeri 1 Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat ini diikuti 24 peserta dari 24 desa lokus Program PASTI PADU di Kabupaten Mamuju Tengah.
Para peserta terdiri dari 12 Tenaga Pendamping Profesional Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa (P3MD) serta 12 Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Mereka nantinya bertugas melakukan rekonfirmasi data ATS di desa masing-masing.
Aditya mengatakan, pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memastikan pemerintah memiliki data yang akurat sebelum menentukan kebijakan maupun intervensi program di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan para petugas di lapangan benar-benar memahami alur dan mekanisme rekonfirmasi data ATS, mulai dari proses pengecekan, verifikasi lapangan, hingga penginputan data hasil verifikasi ke dalam aplikasi yang telah disediakan,” ujar Aditya.
Menurutnya, data yang valid menjadi dasar utama dalam penyusunan program penanganan anak tidak sekolah agar lebih tepat sasaran.
Ia berharap seluruh peserta dapat menjalankan tugas rekonfirmasi data secara teliti dan bertanggung jawab setelah mengikuti pelatihan tersebut.
“Data yang valid adalah kunci dari kebijakan yang tepat. Jika datanya akurat, maka upaya pemerintah untuk menurunkan angka anak tidak sekolah di Sulawesi Barat bisa berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dibekali pemahaman mengenai tahapan kerja rekonfirmasi data, mulai dari identifikasi data ATS, verifikasi langsung di lapangan, hingga penginputan hasil verifikasi dan validasi (verval) ke dalam sistem aplikasi yang telah disiapkan.
Pemerintah berharap, melalui pelatihan ini proses pemutakhiran data anak tidak sekolah di Kabupaten Mamuju Tengah dapat berjalan optimal dan menjadi dasar dalam penyusunan program penanganan yang lebih tepat sasaran.(*)






