POLMAN – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas melalui sertifikasi halal dan pemanfaatan sistem pembayaran digital. Langkah ini dilakukan dalam kegiatan Maradika QRIS Ramadan 2026, yang digelar Senin (3/3/2026).
Program ini merupakan kolaborasi antara Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop) Polewali Mandar dengan Satgas Halal Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat. Selain memperkuat kapasitas digital, pelaku UMKM juga difasilitasi untuk memperoleh sertifikat halal, sehingga produk mereka memiliki legalitas yang lengkap dan dapat bersaing di pasar modern maupun digital.
Satgas Halal Kanwil Kemenag Sulbar, Khaliq Rasyid, menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar soal agama, tetapi juga edukasi bagi masyarakat agar memahami pentingnya makanan halal, baik, dan sehat (halalan thayyiban).
“Negara hadir untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan. Edukasi halal penting agar masyarakat yakin bahwa produk yang dikonsumsi aman dan sehat,” ujarnya.
Proses sertifikasi halal juga menjadi bentuk pengawasan dan verifikasi produk UMKM, termasuk skema gratis maupun reguler. Edukasi halal bahkan menyasar dapur layanan publik, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna memastikan makanan anak-anak sekolah aman dan berkualitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop Polewali Mandar, Agusnia Hasan Sulur, menyampaikan bahwa sertifikasi halal menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan konsumen.
“Kami ingin UMKM di Polewali Mandar tidak hanya berkembang dari sisi penjualan, tetapi juga memiliki legalitas lengkap sehingga produk mereka dapat bersaing di tingkat regional maupun nasional,” katanya.
Selain sertifikasi halal, momentum Maradika QRIS Ramadan juga dimanfaatkan untuk mendorong UMKM meningkatkan kualitas kemasan, memperkuat standar produksi, dan memaksimalkan sistem pembayaran digital.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mempercepat pertumbuhan UMKM Polewali Mandar, menjadikannya lebih tangguh, berdaya saing, dan mampu memberi kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.(*)






