MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memperketat pengawasan terhadap 137 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah beroperasi. Pemprov menegaskan tak ingin program strategis peningkatan gizi anak dan ibu itu berjalan tanpa standar keamanan pangan yang ketat.
Penguatan pengawasan ini dilakukan melalui sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menerima kunjungan Koordinator Wilayah MBG Sulbar, Firazh Ahmadila, guna memastikan implementasi program berjalan aman dan berkelanjutan.
Program MBG sendiri menjadi bagian dari Quick Wins “Sulbar Sehat” yang diusung Gubernur Sulbar Suhardi Duka. Program ini difokuskan untuk mempercepat peningkatan status gizi anak dan ibu sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul di daerah.
“Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya soal pemenuhan makanan, tetapi juga menyangkut kualitas, keamanan, dan kelayakan konsumsi. Seluruh SPPG harus memenuhi standar higiene dan sanitasi agar makanan yang diberikan benar-benar aman dan sehat bagi penerima manfaat,” tegas dr. Nursyamsi Rahim.
Berdasarkan data DKPPKB Sulbar, saat ini terdapat 137 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di enam kabupaten. Rinciannya, Polewali Mandar 48 unit, Mamuju 27 unit, Majene 21 unit, Pasangkayu 16 unit, Mamasa 14 unit, dan Mamuju Tengah 11 unit.
Pemprov menekankan seluruh SPPG wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ketentuan ini merujuk pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/C.I/4202/2025 tentang percepatan penerbitan SLHS bagi SPPG dalam Program MBG.
Sertifikasi tersebut diterbitkan oleh pemerintah kabupaten/kota melalui Dinas Kesehatan setempat sebagai jaminan bahwa proses pengolahan dan distribusi makanan memenuhi standar keamanan pangan.
Pemprov Sulbar berharap kolaborasi bersama BGN dapat memperkuat pengawasan dan pembinaan di lapangan, sehingga Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan dampak nyata dalam menekan angka masalah gizi dan meningkatkan kualitas kesehatan anak serta ibu di Sulbar.(*)






