16 Orang PLD se Sulbar Ikut Pratugas 

Pelatihan pratugas 16 PLD se Sulbar.

Polman – Sebanyak 16 orang yang terpilih dalam seleksi menjadi Pendamping Lokal Desa (PLD) di Provinsi Sulawesi barat pada perekrutan tahun 2023 mengikuti pelatihan pratugas di Aula Kampus Unasman, Polman, Minggu,24/12/23.

Agenda pelatihan itu, akan berlangsung selama dua hari, 24-25 Desember 2023.

Bacaan Lainnya

TAPM pusat P3MD Kementerian Desa PDTT RI, Usman Rauf, PLD adalah pondasi utama keberhasilan program P3MD. Olehnya jika PLD lemah maka akan lemah juga perjuangan Kemendes dalam membangunkan desa. Sehingga wajib memahami regulasi seperti prioritas pengunaan dana desa, Bumdes dan lain-lain.

“PLD, jangan menjadi penonton pada saat perencanaan desa dimana tidak bisa memberikan pertimbangan atau masukan dimana ini disebabkan dari tidak mengetahui dan memahami regulasi seperti apa yg saya sebutkan tadi,” ucap Usman Rauf.

Sementara itu, TAPM Provinsi Sulbar, Muh. Subaer Sunar menjelaskan bahwa secara teknis pelatihan yang berlangsung 2 hari ini, diperuntukkan secara khusus bagi para PLD yang baru lolos seleksi sejumlah 16 orang se Sulbar.

“Keenam belas PLD ini terpilih dari 5 Kabupaten yaitu Kabupaten Pasangkayu Kecamatan Baras 1 orang, Sarudu 1 orang, Lariang 1 orang. Kabupaten Mamuju Tengah Kecamatan Tobadak 1 orang, Budong-budong 1 orang, Topoyo 2 orang,” ungkap Subaer Sunar.

“Kabupaten Mamuju Kecamatan Tappalang 1 orang, Kalumpang 1 orang, Sampaga 1 orang, Tappalang Barat 1 orang. Kabupaten Majene Kecamatan Malunda 2 orang, Tubo Sendana 1 orang Dan Kabupaten Polewali Mandar Kecamatan Matakali 1 orang, Luyo 1 orang,” sambungnya.

Selain itu ia menambahkan, para PLD ini berdasarkan Surat Perintah Tugas (SPT) mulai efektif bekerja di Januari 2024. Dimana sebelumnya 16 orang tersebut harus melaporkan diri di masing-masing Pemdes, yang menjadi wilayah kerjanya.

“Terhadap 16 pendamping lokal desa yang baru ini, dalam pelatihan pra tugas fokus utama pelatihan ini adalah terkait kode etik pendamping desa, pemahaman akan undang-undang desa, Tupoksi pendamping desa, serta pendataan, pelaporan dan perencanaan yang menjadi bagian tidak terpisahkan, dalam tugas seorang pendamping lokal desa,” tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya penempatan itu para PLD dapat mengawal regulasi sesuai Tupoksi dan berkolaborasi dengan pendamping desa, pemerintah desa, BPD dan masyarakat desa. Sehingga apa yang dicita-citakan mensejahterakan desa dapat diwujudkan.

“Dalam kegiatan perencanaan pembangunan, pendataan menjadi lokus utama terutama untuk pemuktahiran data SDGis dan Indeks Desa Membangun (IDM) menjadi tolak ukur utama sebagai dasar perencanaan tahun 2025,” ujarnya.

Di waktu yang sama, salah seorang peserta pelatihan pratugas Satriani dari Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Kecamatan Budong-budong mengaku akan memanfaatkan pelatihan ini.dengan sungguh-sungguh untuk belajar.

“Agar nantinya, betul-betul dapat mengawal perintah kementerian desa sesuai regulasi,” tukasnya.

Sementara itu Abd Rahman Mantan Ketua Forum Solidarita Pendamping Lokal Desa Sulawesi Barat (FOSIL PLD SULBAR) berharap PLD yang terpilih dapat mengikuti pelatihan pra tugas pendamping lokal desa hari ini serta betu-betul memperhatikan materi.

“Sehingga nantinya, di lapangan megutamakan kerjasama tim. Agar semua dapat berjalan dengan baik karena tanggungjawab pekerjaan akan jauh lebih besar, ketika berada dilapangan nantinya dan selamat bergabung kepada teman-teman di P3MD yang mengikuti pelatihan hari ini. “tutur Abdul Rahman.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *