Aco Musaddad: ASN Harus Andal Pecahkan Masalah

DR. Aco Musaddad HM saat menyampaikan materi penguatan kepemimpinan dan problem solving kepada 120 peserta CPNS asal Indonesia Timur pada Pelatihan Dasar CPNS di Makassar. Dok. Basri.

MAKASSAR – Staf Ahli Bupati Polman Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Aco Musaddad, menekankan pentingnya aparatur sipil negara memiliki kemampuan problem solving, dalam menghadapi tantangan birokrasi modern.

Hal itu disampaikan saat menjadi pemateri pada Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yang digelar BPSDM di Makassar, Senin (18/05/26).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Aco membawakan materi bertajuk Melatih Skill Kepemimpinan Problem Solving (Mencetak ASN Profesional Menuju Birokrasi Mendunia).

Di hadapan 120 peserta, Aco menegaskan aparatur negara tidak lagi cukup bekerja dengan pola lama. Menurutnya, perubahan yang cepat di tingkat nasional maupun global menuntut ASN memiliki kemampuan membaca persoalan publik dan menghadirkan solusi yang efektif.

“Mencetak ASN profesional menuju birokrasi mendunia berarti kita harus melatih aparatur yang tidak hanya paham aturan, tetapi juga andal dalam problem solving. Kepemimpinan yang solutif adalah kunci utama daya saing bangsa,” ujar Aco.

Ia menyebut ASN masa kini dituntut menjadi motor perubahan di instansi masing-masing. Selain memahami regulasi, aparatur juga harus mampu merespons persoalan masyarakat secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.

Peserta pelatihan berasal dari tujuh provinsi di kawasan Indonesia Timur, yakni Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Papua, Papua Barat, dan Maluku Tengah.

Untuk mendukung efektivitas pembelajaran, peserta dibagi ke dalam tiga angkatan, yakni Angkatan XVII, XVIII, dan XIX. Skema ini memungkinkan proses diskusi lebih intens serta membuka ruang pertukaran pengalaman terkait persoalan birokrasi di masing-masing daerah.

Selama pelatihan, metode pembelajaran dilakukan secara interaktif. Peserta dilibatkan dalam simulasi studi kasus, analisis kebijakan daerah, hingga diskusi kelompok yang berfokus pada pemecahan persoalan pelayanan publik.

Menurut Aco, pendekatan tersebut menjadi cara efektif membentuk karakter ASN yang adaptif dan inovatif. Ia berharap para CPNS yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi aparatur yang tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu melahirkan solusi nyata di tengah masyarakat.

Pelatihan dasar ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur di Indonesia Timur, khususnya dalam menyiapkan generasi ASN yang profesional, responsif, dan siap bersaing di era birokrasi global.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *