MAMUJU – Area blankspot di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus menunjukkan tren penurunan seiring langkah intensif yang dilakukan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KominfoSS) Sulbar bersama pemerintah pusat dan operator telekomunikasi.
Upaya tersebut menjadi bagian dari percepatan pemerataan akses jaringan 4G hingga menjangkau wilayah terpencil dan terluar di enam kabupaten se-Sulbar.
Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, mengatakan pihaknya merujuk pada data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) RI sebagai dasar penyusunan strategi penanganan blankspot dan wilayah dengan sinyal lemah.
“Data kementerian menjadi pijakan penting bagi kami untuk memastikan pemerataan akses telekomunikasi hingga ke desa-desa. Dengan langkah yang terukur, pengurangan blankspot dapat terus dipercepat,” ujar Ridwan, Selasa (11/2/2026).
Berdasarkan Dashboard PMT Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemenkomdigi RI per Februari 2026, masih terdapat 82 desa atau sekitar 12,65 persen wilayah Sulbar dalam kondisi non coverage. Rinciannya, 57 desa masuk kategori blankspot dan 25 desa mengalami sinyal lemah.

Sebaran desa tersebut berada di Kabupaten Pasangkayu (3 blankspot, 1 lemah), Mamuju (25 blankspot, 7 lemah), Mamasa (14 blankspot, 6 lemah), Polewali Mandar (5 blankspot, 4 lemah), Majene (4 blankspot, 5 lemah), serta Mamuju Tengah (6 blankspot, 2 lemah).
Ridwan menjelaskan, akses internet yang merata tidak hanya mendukung komunikasi masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi transformasi digital daerah. Hal itu mencakup layanan pendidikan, kesehatan, penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), hingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
“Infrastruktur telekomunikasi adalah tulang punggung transformasi digital. Tanpa jaringan yang memadai, pelayanan publik dan pengembangan ekonomi digital di desa tentu akan terhambat,” katanya.
Saat ini, infrastruktur telekomunikasi di Sulbar didukung 734 site menara seluler dengan total 3.459 Base Transceiver Station (BTS). Dari jumlah tersebut, sebanyak 838 BTS merupakan jaringan 2G dan 2.621 BTS jaringan 4G.
Distribusi site terbanyak berada di Kabupaten Polewali Mandar dengan 268 site, disusul Mamuju 122 site, Majene 110 site, Mamasa 88 site, Mamuju Tengah 83 site, dan Pasangkayu 63 site.
KominfoSS Sulbar, lanjut Ridwan, terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, operator seluler, serta pemerintah kabupaten untuk mempercepat pembangunan BTS baru dan peningkatan kualitas sinyal di wilayah prioritas.
“Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terus kami bangun, termasuk operator telekomunikasi, agar pembangunan BTS dan penguatan sinyal difokuskan pada wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses,” pungkasnya.(*)






