Bupati Polman Dorong Sinergi Provinsi–Kabupaten, Infrastruktur Tani hingga Stunting Jadi Sorotan

Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud (tengah) didampingi Sekretaris Daerah serta jajaran Pemkab Polman mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Provinsi Sulawesi Barat secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (20/1/2026). Dok. Humas Pemkab Polman.

POLMAN — Bupati Polewali Mandar (Polman) H. Samsul Mahmud menegaskan pentingnya keselarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (20/1/2026).

Rakor strategis tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, DR. Suhardi Duka, dan diikuti para kepala daerah se-Sulawesi Barat.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan itu, Bupati Samsul Mahmud menggarisbawahi bahwa sinkronisasi program dan kebijakan lintas pemerintahan merupakan kunci utama untuk mencapai visi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Menurutnya, berbagai persoalan pembangunan di daerah tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Keselarasan kebijakan antara Provinsi dan Kabupaten bukan lagi sebuah pilihan, tetapi keharusan. Kita butuh sinergi yang kuat agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Samsul Mahmud.

Bupati Polman juga memaparkan sejumlah isu krusial yang memerlukan perhatian bersama dan penanganan lintas sektor. Salah satunya adalah penguatan infrastruktur pertanian sebagai tulang punggung ekonomi Polewali Mandar. Ia menilai sarana pendukung bagi petani, seperti irigasi, jalan produksi, dan akses pasar, harus terus diperkuat agar produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan petani terangkat.

Selain itu, penanganan stunting masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani secara terintegrasi. Bupati Samsul Mahmud menekankan perlunya program yang menyasar kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Menurutnya, penurunan angka stunting bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Barat ke depan.

Persoalan anak putus sekolah (ATS) turut menjadi sorotan. Samsul Mahmud menegaskan pentingnya memastikan akses pendidikan yang merata agar tidak ada lagi anak di Sulawesi Barat, khususnya di Polewali Mandar, yang kehilangan hak belajarnya. Ia menyebut pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan.

Dalam Rakor tersebut, Bupati Polman juga mendorong agar seluruh program kerja kabupaten diselaraskan dengan visi besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sehingga pembangunan berjalan beriringan dan tidak tumpang tindih. Ia berharap sinergi itu dapat melahirkan langkah-langkah konkret dalam menangani persoalan infrastruktur, stunting, dan pendidikan.

“Kolaborasi antara Provinsi dan Kabupaten bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Kita butuh sinergi yang kuat untuk menangani masalah infrastruktur, stunting, hingga anak putus sekolah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Penjabat Gubernur Sulawesi Barat DR. Suhardi Duka menyambut baik masukan yang disampaikan Bupati Polman. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang intensif antar kepala daerah agar berbagai tantangan pembangunan dapat direspon secara cepat dan tepat.

Menurut Suhardi Duka, rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret serta solusi atas berbagai tantangan pembangunan di Sulawesi Barat.

Rakor tersebut berlangsung lancar dan dinilai menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk terus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan dan pusat pembangunan di Sulawesi Barat.

Dalam kegiatan itu, Bupati Polman didampingi Sekretaris Daerah, para staf ahli bupati, para asisten, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar berharap sinergi yang semakin solid dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dapat mempercepat realisasi program strategis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *